Selasa, 6 Zulhijjah 1435 / 30 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tom Abercrombie, Fotografer Mualaf Kebanggaan National Geographic (2)

Selasa, 28 Agustus 2012, 09:44 WIB
Komentar : 4
ngm.nationalgeographic.com
Tom Abercrombie
Tom Abercrombie

REPUBLIKA.CO.ID, Tom Abercrombie memang dikenal punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan tidak terburu-buru menghadapi orang, sehingga lebih mudah mendekati dan mengambil kepercayaan seseorang agar mau dipotret dan ditulis. Sebagai contoh, saat di Afghanistan Timur, ia harus memotret buzkashi, olah raga tradisional Afghanistan menggunakan kuda. Abercrombie ikut terlibat dalam perolombaan, dan hasilnya ia mendapat banyak gambar yang indah.

Bukan semata fotografer, Abercrombie juga memiliki kenekadan serta keahlian di atas rata-rata. Hanya dengan pisau saku, ia pernah mengamputasi jari kaki seorang peziarah di Tibet yang terkena gangre. Ia juga pernah mengoperasi korban gempa di Iran, dan itu dilakukan seorang diri.

Selama berkelana ke Timur Tengah, Tom belajar banyak bahasa, dan ia menguasai bahasa Arab, Jerman, Perancis, serta Spanyol. Ia dapat membaca Al Quran, dan selalu menggunakan nama Omar dalam perjalanannya di kawasan Arab.

Mungkin inilah saat ia akhirnya mendapat hidayah, kemudian memeluk Islam. Namun, ia tetap berpegang pada 'diam' yang tak pernah menggembar-gemborkan soal kepercayaan barunya tersebut. Baginya, perbuatan lebih penting daripada seribu kata-kata.

Saat memotret dan menulis The Sword and The Sermon (pedang dan khotbah), Abercrombie pergi ke Kazakhstan mengunjungi sebuah masjid di Alma Ata dan sholat Jumat di sana. 

"Saya memperkenalkan diri pada sheikh di sana. Sambil kami berbicara bahasa Arab, jamaah orang Kazakhstan tua yang jumlahnya makin membesar, mulai berkumpul mengeliling kami. Ketika saya memperlihatkan foto-foto Mekkah dan ibadah haji, mereka hampir menangis. Banyak yang mengusap baju saya lalu menyapu muka mereka dengan mendapatkan berkah dari seorang haji. Saya menjadi sangat emosional," ceritanya seperti dimuat dalam National Geographic.

Ya, Abercrombie telah membuka mata dua pihak. Di satu sisi, ia menyadarkan orang-orang Islam garis keras, bahwa masih banyak orang-orang di barat sana yang membuka tangan terhadap Islam. Serta, ia juga menohok sentimental orang barat lewat foto-fotonya, tentang dunia Islam secara nyata.

Semoga peristirahatan Haji "Omar" Tom Abercrombie yang telah wafat pada 3 April 2006 dari dunia membawa perubahan yang lebih baik demi perdamaian.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : ngm.nationalgeographic.com/apakabardunia.com
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Wow, Pabrik di Tuban Pekerjakan Robot
 TUBAN -- Guna mendapatkan hasil masksimal, PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Tuban menggunakan jasa robot. Robot tersebut digunakan untuk melakukan sampling, persiapan dan...