Thursday, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tom Abercrombie, Fotografer Mualaf Kebanggaan National Geographic (1)

Tuesday, 28 August 2012, 09:31 WIB
Komentar : 3
ngm.nationalgeographic.com
Tom Abercrombie
Tom Abercrombie

REPUBLIKA.CO.ID, Tom Abercrombie adalah fotografer yang diakui sangat mumpuni kebanggaan National Geographic. Sebagai seorang mualaf, ia menjadi jembatan perdamaian antara dunia Islam dan dunia barat.

Bagi yang belum tahu Abercrombie, semoga kisah perjalanannya menjadi inspirasi tentang betapa indahnya perjuangan untuk perdamaian, dan bukan saling membenci karena perbedaan ras, suku, atau agama.

Thomas J. Abercrombie, lahir 13 Agustus 1930 di Stillwater, Minnesota. Di negara bagian inilah ia bertumbuh dan memulai karirnya sebagai fotografer profesional. Awalnya, saat Abercrombie di usia 15 tahun melihat parade Lumberjack Days, iring-iringan pilot yang baru kembali dari Perang Dunia II. 

Kebetulan kakaknya, Bruce termasuk dalam rombongan pilot. Dan, ia membawa kamera Leica yang dibeli di Italia. Dari kamera milik kakaknya inilah, Abercrombie mulai memotret segala hal, termasuk foto pertamanya adalah foto sang pacar, Lynn.

Pensiun dini dari Angkatan Bersenjata karena jamur di kakinya, membawa Abercrombie ke depan meja redaktur foto National Geographic Society di tahun 1956. Kemudian, mulailah petualangannya di dunia fotografi. Liputan berita soal Fargo Forum dan Milwaukee Journal mengantarnya sebagai penerima penghargaan Newspaper Photographer of The Year.

Sebagai fotografer majalah NatGeo membawa Abercrombie berangkat ke Timur Tengah. Ia sempat mewawancari Presiden Lebanon, Camille Chamoun yang membuat sang presiden menjadi kagum setelahnya. Presiden ini sebelumnya terkenal sangat kaku, namun perjumpaan dengan Abercrombie mengubah tabiatnya. Abercrombie  berhasil 'masuk' ke dalam kegiatan pribadi Presiden, ia mengabadikan gambar sang Presiden bersama istrinya sedang bersantai di bawah pohon. (Bersambung)

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : ngm.nationalgeographic.com/apakabardunia.com
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pembangunan Tekan Populasi Satwa Liar
JAKARTA -- Senior Advisor World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Prof Ir H Hadi S. Alikodra menuturkan pertumbuhan dan pembangunan yang pesat banyak memberikan...