Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Faith: Saya Masih akan Terus Belajar Islam (2)

Tuesday, 17 July 2012, 19:00 WIB
Komentar : 1
Guardian
Wanita Muslim Berdoa
Wanita Muslim Berdoa

REPUBLIKA.CO.ID, Saat menimba Ilmu di Iran, Faith meninggalkan dunia jurnalisme yang ia cintai. Ia pun mulai mengenakan jilbab dan pakaian tertutup.

Hingga suatu saat masalah menerpa hidupnya. Suaminya tanpa memberi tahu dan meminta izin darinya menikah lagi dengan kawan baiknya, seorang wanita Iran. "Dalam kondisi seperti itu saya tidak bisa meneruskan pernikahan saya. Saya pun menggugat cerai," ujarnya. Saat itu Faith sudah dikaruniai tiga anak, satu putra, si sulung, dan dua anak perempuan.

Sekembalinya dari Iran, ia tak bisa memungkiri hasratnya terhadap jurnalistik. Ia pun terjun lagi dalam profesi tersebut. Karirnya menanjak dan kini menjadi salah satu petinggi di stasiun televisi negaranya.

"Saya dulu bukan apa-apa. Orang tua saya bukan orang berada. Tapi saya dan juga adik saya terus menggapai peluang dan menempuh pendidikan sehingga bisa berada di titik ini," ungkapnya.

Saat ini ia tak mengenakan jilbab. Ia hanya mengenakan jilbab ketika situasi mengharuskan. "Terus terang dulu ketika saya mengenakan jilbab saya semata-mata menggunakan karena orang bilang, 'Oh sebagai muslim harus  menggunakan ini, melakukan ini, shalat, puasa dan berjilbab'. Jadi saya hanya mengikuti tanpa mengetahui alasan fundamentalnya." ungkap Faith.

Meski kini tak berjilbab ia tak meninggalkan keyakinannya. " Saat ini saya masih terus belajar mengenai Islam dan akan terus belajar. Saya mencoba memahami bagaimana Islam memperlakukan wanita dan juga bagaimana seharusnya wanita dalam Islam," ungkapnya. Nada suaranya menyiratkan ganjalan terhadap kondisi wanita di dunia Islam saat ini yang baginya masih banyak terbelakang dan tertinda.

Namun saat disinggung beralih lagi ke selain Isalm ia berkata, "Kembali ke agama lama? Oh tidak. Itu bukan pilihan," ujarnya. "Saya memilih Islam secara sadar karena filosofinya begitu kuat."




Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ingin Atur Keuangan? Beli Jam Ini
JAKARTA -- Smartwatch dikenal bukan hanya memberikan informasi waktu, tapi juga memonitori aktivitas harian. Kini hadir Cash Smartwatch yang akan memonitori hal penting...