Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Gerda: Islam Membuatku Bahagia (3)

Senin 16 July 2012 23:16 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Karta Raharja Ucu

Mualaf (ilustrasi)

Mualaf (ilustrasi)

Foto: Wordpress.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerda resmi menjadi muslim beberapa bulan setelah mencari literatur tentang Islam dan Alquran. Ia merasakan perbedaan besar. Usianya baru 21 tahun, tapi seolah ia merasakan telah mengenal Tuhan sejak lahir.

"Mungkin, tak ada yang percaya, bahwa aku merasakan perbedaan setelah menjadi muslim," ujar Gerda yang lahir dan besar di lingkungan keluarga Kristen taat tersebut. (baca: Gerda: Islam Membuatku Bahagia 1).

"Tuhan membuatku melihat matahari dengan cara yang berbeda saat masih menjadi penganut Kristen. Matahari adalah anugerah yang berikan Allah SWT kepada umat manusia. Ia tunjukan kepedulian-Nya sehingga kita tidak merasa dingin," tambahnya.

Kini, Gerda merasa bahagia dengan apa yang diperolehnya saat ini. Ia berharap, seluruh dunia merasakan nikmat perubahan yang dialaminya. (baca: Gerda: Islam Membuatku Bahagia 2)

Menurutnya, saat ini banyak individu dan bangsa bertikai dengan satu sama lain. "Satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah cara hidup Islam diterapkan di seluruh dunia. Dengan begitu, kita akan membangun masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita, insya Allah," pungkasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES