Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gerda: Islam Membuatku Bahagia (2)

Senin, 16 Juli 2012, 22:03 WIB
Komentar : 0
Blogspot.com
Mualaf (ilustrasi).
Mualaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tuhan kembali menyelamatkan Gerda setelah ia mengalami kecelakaan hebat jelang kelulusan. Ia tidak bisa bergerak dari tempat tidur selama enam pekan. Ia hanya dapat menggerakan kepala dan lengan.

Berkat bantuan dari Tuhan, ia dapat lulus sekolah menengah dan terdaftar di universitas. Ia merasa beruntung karena tidak membutuhkan pil penghilang rasa sakit. Di saat itu, ia percaya hal itu merupakan mukjizat dari Allah SWT.

"Dalam hal ini, keimananku meningkat, tapi aku mulai menjauhi gereja," kata Gerda yang lahir dan besar di lingkungan keluarga Kristen taat tersebut. (baca: Gerda: Islam Membuatku Bahagia 1)

Saat kuliah, Gerda akhirnya menemukan pendamping hidupnya. Bagi Gerda, bertemu dengan suaminya merupakan jalan yang telah ditetapkan Allah SWT. Awalnya, pasangan ini tidak pernah berbicara tentang masalah agama. Mereka juga tidak pernah memiliki perbedaan pendapat tentang akidah.

Suatu hari, Gerda dalam suasana hati yang senang lantaran bertemu teman lama (suaminya kini). Temannya itu berbicara soal iman. Ia sebut soal Alquran, dan keajaiban dalam isinya.

Percakapan mereka memang berlangsung tak lama. Tapi, Gerda terlanjur penasaran dengan apa yang diucapkan temannya itu. Ia cari berbagai literatur tentang Islam dan Alquran.

"Setiap membaca, aku merasa ada yang hilang dari hidupku. Aku membaca Alquran, seperti Tuhan berbicara padaku. Alquran menjawab setiap pertanyaan yang selama ini mengambang," jelas dia.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar