Kamis, 11 Sya'ban 1434 / 20 Juni 2013
find us on : 
  Login |  Register

Gerda: Islam Membuatku Bahagia (2)

Senin, 16 Juli 2012, 22:03 WIB
Komentar : 0
Blogspot.com
Mualaf (ilustrasi).
Mualaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tuhan kembali menyelamatkan Gerda setelah ia mengalami kecelakaan hebat jelang kelulusan. Ia tidak bisa bergerak dari tempat tidur selama enam pekan. Ia hanya dapat menggerakan kepala dan lengan.

Berkat bantuan dari Tuhan, ia dapat lulus sekolah menengah dan terdaftar di universitas. Ia merasa beruntung karena tidak membutuhkan pil penghilang rasa sakit. Di saat itu, ia percaya hal itu merupakan mukjizat dari Allah SWT.

"Dalam hal ini, keimananku meningkat, tapi aku mulai menjauhi gereja," kata Gerda yang lahir dan besar di lingkungan keluarga Kristen taat tersebut. (baca: Gerda: Islam Membuatku Bahagia 1)

Saat kuliah, Gerda akhirnya menemukan pendamping hidupnya. Bagi Gerda, bertemu dengan suaminya merupakan jalan yang telah ditetapkan Allah SWT. Awalnya, pasangan ini tidak pernah berbicara tentang masalah agama. Mereka juga tidak pernah memiliki perbedaan pendapat tentang akidah.

Suatu hari, Gerda dalam suasana hati yang senang lantaran bertemu teman lama (suaminya kini). Temannya itu berbicara soal iman. Ia sebut soal Alquran, dan keajaiban dalam isinya.

Percakapan mereka memang berlangsung tak lama. Tapi, Gerda terlanjur penasaran dengan apa yang diucapkan temannya itu. Ia cari berbagai literatur tentang Islam dan Alquran.

"Setiap membaca, aku merasa ada yang hilang dari hidupku. Aku membaca Alquran, seperti Tuhan berbicara padaku. Alquran menjawab setiap pertanyaan yang selama ini mengambang," jelas dia.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Karta Raharja Ucu
7.070 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Gerakan Dakwah Islam di Negeri Sombrero
MEXICO CITY--Populasi Muslim Meksiko terbilang paling sedikit diantara negara latin lainnya. Namun, semangat berislam Muslim Meksiko begitu luar biasa. Sejak pertengah...
Content x