Friday, 14 Rajab 1434 / 24 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

Gerda: Islam Membuatku Bahagia (1)

Monday, 16 July 2012, 21:15 WIB
Komentar : 0
al-habib.info
Mualaf (ilustrasi).
Mualaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerda lahir di negara bekas Uni Soviet, Lithuania. Mayoritas penduduknya merupakan pemeluk Kristen. Gerda pun besar dalam keluarga Kristen yang taat. Namun, ia menolak disebut penganut yang taat, karena ia jarang berdoa di Gereja.

"Aku selalu bertanya kepada orang tua mengapa mereka membaptisku, tanpa bertanya padaku apakah aku ingin menjadi seorang Kristen atau tidak," kenang dia.

Gerda merasa tak bisa menjadi Kristen yang baik. Ia mengalami kesulitan memahami esensi dari agama Kristen. Meski ia minta bantuan seorang pendeta berikut dengan banyak membaca literatur tentang Kristen. Hal itu tidak menolong, ia tetap saja kesulitan menyebut dirinya seorang Kristen.

Bagi Gerda, hidup tanpa bimbingan Tuhan yang Maha Esa merupakan hal yang menyeramkan. Karenanya, di tengah pencarian jati diri, ia selalu percaya ada sosok yang mengawasinya. Ia merasa dekat tapi tidak tahu dimana sosok yang mengawasinya itu.

"Aku percaya, Tuhan begitu baik padanya. Ia tahu apa yang terbaik bagi diriku. Aku selalu mencoba untuk memahami apa yang ia sampaikan padaku," ucapnya.

Gerda bungsu dari dua bersaudara. Proses kelahirannya tidak selancar sang kakak. Beruntung, Tuhan menyelamatkan hidupnya. "Sejak itu, aku mulai menghargai hidupnya. Aku merasa rapuh dengan kehidupan manusia. Sebab, hanya Tuhan yang tahu berapa lama saya akan hidup," jelasnya.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Karta Raharja Ucu
8.967 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Ini Inspirasi Satu Restoran Halal di California
Dengan konsentrasi komunitas Indonesia tertinggi bermukim di daerah pantai Barat Amerika, ditambahnya cukup terbukanya warga Amerika di daerah ini akan makanan...