Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sved Mann: Gangster yang Menangis karena Alquran (2)

Minggu, 27 Mei 2012, 20:47 WIB
Komentar : -1
blogspot.com
Sved Man
Sved Man

REPUBLIKA.CO.ID, Sved menemukan keyakinannya setelah berdiskusi panjang dengan kawan dekatnya itu suatu malam. Setelah membicarakan banyak hal tentang Islam, kata Sved, ia segera memiliki keinginan untuk pergi pergi ke masjid bersama sang teman.

Ia menambahkan, keterpanggilannya untuk memilih Islam turut dipengaruhi oleh pengalamannya pada suatu subuh, di mana ia mendengar seorang anak membaca Alquran. “Tiba-tiba aku menangis, tak tahu kenapa. Aku tak mengerti bahasa Arab, tidak memahami apa yang dibacanya. Tapi seolah hatiku secara jelas memahaminya,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan, peristiwa itu terasa begitu ajaib baginya yang tak lain seorang yang akrab dengan jalanan. “Itu pengalaman yang luar biasa. Aku adalah seorang gangster dan tiba-tiba bisa menangis.”

                                                                      ***

Ketika sebuah proyek independen pembuatan film dokumenter tentang agama dan budaya di Jerman menemuinya bertanya tentang perpindahan agamanya, Sved menjawab, “Aku tidak akan mengatakan bahwa aku berpindah agama. Mereka hanya menjelaskan banyak hal tentang Islam padaku dan aku mencoba memahaminya,” katanya.

Ia melanjutkan, “Tidak ada perpindahan agama dalam Islam. Allah juga berkata dalam Alquran, ‘Tidak ada paksaan dalam agama (QS. Al-Baqarah: 256),” jawabnya ringan.

Ia menuturkan, sebelum mengamalkan ajaran Islam dirinya telah melakukan pencarian, namun tak meluangkan cukup waktu untuk itu. “Tapi aku selalu percaya Tuhan. Dan aku senang akhirnya menemukan Islam.”

Sved tampak tak ingin memusingkan alasan di balik pilihannya pada Islam. “Aku lebih suka mendeskripsikan keislamanku dengan ‘seseorang telah mengenalkanku pada Islam dan aku menuju agama itu,” katanya.

“Karena pada akhirnya semuanya adalah Islam,” tandas Sved, berusaha menekankan jawabannya pada makna kata Islam, yakni berserah diri. Ia tersenyum.

Reporter : Devi Anggraini Oktavika
Redaktur : Heri Ruslan
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  dewi Minggu, 10 Juni 2012, 10:03
Subhanallah
  dhee Selasa, 5 Juni 2012, 08:39
ini seperti kisah dua umar
subhanallah
  moesri rante pasang Senin, 4 Juni 2012, 11:05
subhanallah..ALLAH senantiasa memberi hidayah bg org yg dikendaki
  moesri rante pasang Senin, 4 Juni 2012, 11:02
subhanallahh....
  Syahril Senin, 4 Juni 2012, 10:47
atau itu hanya kisah supaya kita terispirasi...???