Lopez Casanova: Bibel Mengantarnya kepada Kebenaran Islam (Bag 2)

Jumat, 24 Pebruari 2012, 01:11 WIB
irib.ir
Lopez Casanova: Bibel Mengantarnya kepada Kebenaran Islam (Bag 2)
Lopez Casanova

REPUBLIKA.CO.ID, Kuliah di jurusan Bisnis Internasional membuat Lopez merasa perlu menguasai bahasa asing untuk menunjang kariernya di masa depan. Atas saran teman kuliahnya, Lopez mempelajari bahasa Arab.

"Temanku beralasan, negara manapun yang memiliki penduduk Muslim menggunakan bahasa Arab karena itu merupakan bahasa asli Alquran," katanya.

Saat itu, tahun 2006, Lopez mendengar kata “Alquran” untuk pertama kalinya. Di kelas bahasa Arab yang diikutinya, Lopez mengenal banyak mahasiswa Muslim. Mereka umumnya keturunan Timur Tengah yang lahir dan besar di AS.

Kelas pertama yang diambilnya pada 2006 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Lopez terkesan dengan amalan puasa yang dilakukan teman-teman Muslimnya. Ia memandangnya sebagai bentuk ketundukan hamba di hadapan Tuhannya.

Lopez pun mencoba berpuasa. Bukan karena tertarik menjadi Muslim, namun semata untuk mengekspresikan ketundukannya sebagai umat Kristen yang taat. "Itupun karena puasa juga ada dalam agama Kristen. Yesus pernah berpuasa selama 40 hari," katanya.

Pada bulan Ramadhan itu, seorang teman Muslim memberinya literatur Islam dan sekeping Compact Disk (CD) yang ditolaknya. Ia teringat ucapan ibunya, "Semua agama yang salah adalah benar menurut kitab mereka." Lopez tak tergoda untuk mengenal Islam, agama asing yang salah di matanya.

                                                                   ***

Musim panas 2008, Lopez bergabung dengan para misionaris Kristen dan melakukan perjalanan ke Jamaika untuk sebuah misi Kristenisasi. Ia dan timnya membantu orang-orang miskin di sana. Ia dan timnya dan berhasil mengkristenkan sekitar 55 ribu orang dalam sepekan.

Sepulang dari  Jamaika, Lopez berdoa memohon petunjuk. Ia ingin melakukan lebih banyak pengabdian pada Tuhan. "Permintaan itu dijawab-Nya dengan memberiku seorang teman Muslim," katanya.

Ia beberapa kali mengajak teman Muslimnya ke gereja, dan berpikir bahwa temannya akan terpengaruh dan menjadi seorang Kristen sepertinya.Suatu saat, temannya mengatakan bahwa gereja adalah tempat yang bagus, namun ia menyayangkan kepercayaan jamaatnya yang mempercayai Trinitas.

"Sayangnya, temanku salah menguraikan pengertian dari Trinitas itu. Aku hanya tertawa dan meralatnya," kata Lopez. Ia sempat  berpikir tentang betapa fatalnya jika ia melakukan hal yang sama. Memberikan komentar soal agama lain yang tidak dipahami dengan baik adalah sesuatu yang dinilainya sebagai ucapan yang kurang berpendidikan.

Ia pun memutuskan mempelajari hal-hal mendasar tentang Islam. Lopez mulai menemukan persamaan antara Kristen dan Islam. Itu terjadi ketika ia mengetahui bahwa ternyata Yudaisme, Kristen, dan Islam berbagi kisah dan nabi, dan bahwa ketiganya dapat diusut asal muasalnya hingga bertemu di silsilah sejarah yang sama.

 "Sebenarnya, lebih banyak persamaan antara Kristen dan Islam dibanding perbedaan antara keduanya," kata Lopez.


Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Devi Anggraini Oktavika
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah berbekam ketika beliau sedang ihram. Muttafaq Alaihi.(HR Muslim)
Sherly Hoo, Sabtu, 25 Pebruari 2012, 23:20

Lopez, kamu di jalan yang benar, my sister.

Balas
sukardiduga, Sabtu, 25 Pebruari 2012, 16:38

Lopez,kalo kamu mengilmiahkan Agama,maka 10 Kali kamu ganti agama akan berakhir dengan kebimbangan.Adios Lopez,till we meet in the land of no parting.

1 Balasan
Faruq, Kamis, 15 Maret 2012, 20:30

Agama wajib tdk bertentangan dg akal, niscaya agama hrs ILMIAH, Maka wjb hukum Kitab Agama yg benar hrs bisa dibuktikan secara ILMIAH.

Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...