Raphael Narbaez: Saksi Yehuwa yang Menemukan Kebenaran Islam (Bag 3-habis)

Selasa, 31 Januari 2012, 21:05 WIB
squarespace.com
Raphael Narbaez: Saksi Yehuwa yang Menemukan Kebenaran Islam (Bag 3-habis)
Raphael NarBaez
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, Raphael terus membaca Alquran. Menurutnya, isinya lebih mudah dan lebih ringkas daripada kitab yang sering dibacanya. "Aku mulai meninggalkan Bibel yang pernah kuyakini sebagai perkataan Tuhan."

Bersamaan dengan itu, Narbaez memiliki keinginan untuk menemui orang-orang Islam pemilik kitab suci tersebut. Ia memilih masjid sebagai tempat yang tepat untuk bertemu mereka, untuk memeriksa kebenaran informasi yang pernah dikatakan oleh wanita Muslim yang pernah ditemuinya.

Dengan menggunakan mobil, Narbaez mendatangi sebuah masjid di California bagian selatan. "Perutku menegang, rasanya seperti ketika kita diharuskan melakukan sesuatu sedangkan kita tidak menginginkannya," katanya.

Sambil berputar beberapa kali melewati masjid, ia kemudian mencari-cari alasan untuk membatalkan niatnya memasuki masjid tersebut. Ia mendapatkan sebuah alasan. Area parkir masjid tersebut penuh.

‘’Aku akan berputar sekali lagi. Jika tidak ada mobil yang keluar dari halaman masjid, aku akan pulang."

"Allah Maha Berkehendak," ujarnya.

Ia menceritakan, saat melintas di depan masjid untuk terakhir kalinya, sebuah mobil keluar. Ia menjadi jauh lebih cemas dari sebelumnya. Namun ia menepati janjinya.

Narbaez  menghampiri sekelompok orang yang berbaur di dalam masjid usai shalat berjamaah, saat beberapa di antara mereka menyambutnya sambil mengucap salam. Seseorang yang menyadari bahwa Narbaez adalah orang baru di sana, menggandengnya, mengajaknya berkeliling masjid, dan mengajarinya berwudhu.

Ia terkesima sekaligus takjub. "Aku suka cara mereka (Muslim) menyucikan diri, dan semua amalan yang mereka lakukan," ujarnya. Ia kagum dengan gerakan ruku dan sujud, yang dimaknainya sebagai ekspresi makhluk yang tidak berdaya di hadapan Tuhan.

Dalam hatinya muncul keinginan yang kuat untuk berdoa dengan cara yang dilakukan Muslim. "Saya merasa seperti pulang kembali ke rumah setelah lama bepergian." Raphael mantap berislam tak lama setelah itu.

Kemantapan hatinya itu, kata Raphael, bermuara pada Alquran dan hadis. "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat," ujar Raphael mengutip surah favoritnya, an-Nasr.

Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Devi Anggraini
Aku mendengar Rasulullah saw. ketika sedang berkhutbah, beliau bersabda: Celana (boleh dikenakan) bagi orang yang tidak mempunyai lembaran kain dan sarung kaki bagi orang yang tidak mempunyai sepasang sandal. Maksudnya untuk orang yang sedang berihram.(HR Muslim)
isnan, Jumat, 2 Maret 2012, 15:17

aku mencintaimu saudaraku

Balas
Anam, Rabu, 8 Pebruari 2012, 10:48

Begitulah jika Alloh menghendaki, dg mudahnya hati dibolak balik olehNya.. Smg kita yg muslim sjk lahir dpt berjuang menegakkan kalimatulloh dg ikhlas..

Balas
jaka84, Senin, 6 Pebruari 2012, 01:28

Alhamdulillah...sy berharap akan ada dan harus ada manusia2 seperti Raphael berikutnya..agar dunia tau Islam lah Agama yg paling Hakiki

Balas
Boyke, Minggu, 5 Pebruari 2012, 21:34

Subhanalloh...Allohu Akbar

Balas
wahid, Sabtu, 4 Pebruari 2012, 13:03

Subhanallah wal hamdulillah wala illa ha ilallah allah akbar

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...