Masuk Islam, Julissa Fikri Dapat Julukan Sinis 'Perempuan Arab'

Kamis, 01 September 2011, 14:58 WIB
www.nydailynews.com
Masuk Islam, Julissa Fikri Dapat Julukan Sinis 'Perempuan Arab'
Julissa Fikri

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK - Julissa Fikri tumbuh dan besar di East Harlem. Salah satu permukiman terbesar yang didominasi warga keturunan Amerika Latin di New York, Amerika Serikat. Ia tak pernah membayangkan sebelumnya, keputusanya memeluk Islam akan memicu kebencian keluarga dan lingkungannya.

“Begitu saya mulai mengenakan jilbab, saya selalu menjadi perhatian orang-orang di sekeliling,” katanya seperti dikutip nydailynews.com, Kamis (2/9).

Fikri lahir di tengah keluarga keturunan hispanik yang mayoritas beragama Katolik. Ia memutuskan masuk Islam semenjak tujuh tahun silam.

“Mereka melihat saya berjilbab. Mereka berpikir saya dipaksa suami dan itu keliru,'' katanya. ''Memang tidak buruk, saya tidak merasa tertindas. Saya sangat nyaman. Saya hanya ingin orang tahu bahwa saya orang yang sama.''

Fikri, keturunan Puerto Rico dan Dominika, tengah menjalani dakwah di kalangan terdekatnya, termasuk ibunya sendiri. Ia gunakan situs jejaring video Youtube guna menyebarkan kisah keislamannya. “Islam merupakan hal yang asing bagi masyarakat hispanik,” ungkap Fikri.

Islam Identik Arab
Mereka, ungkapnya, mengasosiasikan Islam dengan budaya Arab. Padahal, Islam lahir bukan untuk kalangan tertentu. Islam lahir untuk semesta alam. ''Karena itu, saya ingin memperkenalkan Islam kepada masyarakat hispanik,” katanya.

Fikri mengatakan telah mengeksplorasi Islam semenjak 2004 silam setelah mengalami krisis identitas. Ia cari mencari agama yang sesuai dengan dirinya.

Hidayah pun datang. Ia berkenalan dengan Alquran terjemahan bahasa Spanyol. Selanjutnya, ia bertemu pria yang menuntunnya masuk ke dalam Islam. Pria asal Mesir itu lalu menjadi pasangan hidupnya.

Awal tahun ini, tepatnya Februari, Fikri mulai mengenakan jilbab. Pengalaman pertama Fikri mengenakan jilbab mendapat cobaan. Saat ia menjemput putrinya, ia berpapasan dengan pria latin. Oleh pria itu, ia disebut perempuan Arab. “Oh jadi, ia telah berubah ras,” kenang Fikri menirukan perkataan pria tersebut.

Dalam insiden lain, seorang perempuan di sebuah kios menatapnya dan menyebutnya teroris. “Saya merasa sakit. Sebelum anda menghakimi saya, ingat saya memakai syal yang sama dengan mereka. Di bawah kerudung, saya hanya orang yang sama. Saya orang Amerika..dan saya juga manusia."

Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: Agung Sasongko
Abu al-Thufail berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berthowaf di Ka'bah, beliau menyentuh Hajar Aswad dengan tongkat yang dibawanya, dan mencium tongkat tersebut. (HR Muslim)
hafsaalhalimah, Minggu, 25 September 2011, 21:42

Mbak jgn hiraukan kt orang tetap yakin tuhan ituAllah smga diridhoiAllahDAN DPT pahala

Balas
Tan, Sabtu, 24 September 2011, 13:30

Sudahlah si Mitha cuma ngetest para pembaca yang lain.. ngga usah di hiraukan.. lebih baik mensyukuri bertambahnya saudara seiman kita...

Balas
Sontoloyo, Jumat, 9 September 2011, 11:57

Saya kira Mbak Mita Belum tahu tentang Agama tetpai baru memeluknya

Balas
Fuad Baiti, Jumat, 9 September 2011, 09:46

Iman dalam Islam hanya untuk manusia yang mau menggunakan akal-nya.

Balas
Lepek, Jumat, 9 September 2011, 07:38

Kadang-kadang orang yang mualaf lebih taat beragama dari pada orang islam yang sejak lahir dia anutnya!. Semoga saja orang islam yang sejak lahir dia anutnya dapat lebih mempelajari lagi apa itu islam sebenarnya dan kita jangan mau kalah sama orang yang mualaf yang baru masuk islam.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...