Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ratusan Orang Jadi Mualaf di Masjid Al Azhar Jakarta, Mereka Bilang Islam Agama Menenangkan

Selasa, 09 Agustus 2011, 11:39 WIB
Komentar : 0
Republika/Bambang Banguntopo
Masjid Al Azhar
Masjid Al Azhar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar mengislamkan mualaf rata-rata 100 orang tiap tahunnya. Dalam kurun 10 tahun belakangan, Lembaga Muqtadin Al Azhar (LMA) sudah mengislamkan sekitar 1.000 mualaf.

“Tahun ini saja sudah 63 orang yang masuk Islam di Al Azhar,” ungkap Hartono, Takmir Masjid Al Azhar. Menurut Hartono, paling banyak alasan mualaf masuk Islam karena melihat Islam dari sisi rasional.

Mereka melihat Islam sebagai agama yang memberi ketenangan dan kedamaian. “Banyak yang masuk Islam karena melihat ketenangan dan kedamaian dalam Islam,” terangnya.

Ada juga alasan mualaf masuk Islam karena menikah. Menurut Hartono, dibutuhkan pengarahan agar alasan karena menikah dijadikan alasan kedua. Al Azhar mengkhawatirkan jika nanti ada masalah selama masa pernikahan menjadikan mualaf kembali ke agama sebelumnya. “Maka kita beri pengarahan dulu agar kalau ada masalah di pernikahannya, mualaf tetap Islam,” tambahnya.

Al Azhar mencatat 70 persen mualaf berasal dari Indonesia. Sisanya dalah warga negara asing. “Warga negara asing paling banyak dari Amerika, Inggris, Perancis, Jepang dan Korea,” ungkap Hartono.

Menurut Hartono, Al Azhar juga memfasilitasi mualaf dengan Islamic Study. “Kita ada kegiatan mualaf, kajian untuk mualaf, juga belajar membaca Qu’an untuk mualaf,” tambah Hartono. Untuk syarat mualaf, menurut Hartono hanya syarat administrative seperti fotocopy KTP dan Kartu Keluarga. “Yang paling mutlak bagi laki-laki untuk menjadi mualaf harus sudah dikhitan,” ungkatnya.

Hartono menambahkan, ada mualaf yang mengaku hidupnya menjadi lebih baik setelah masuk Islam. “Dia cerita pada saya setelah masuk Islam hidupnya jadi ebih baik. Dan dia juga membawa temannya masuk Islam di Al Azhar,” tambah Hartono.

Reporter : c20
Redaktur : Stevy Maradona
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...