Di Depan Akademisi Cambridge, Mantan Pastor Itu Berkisah Kenapa Pilih Islam

Kamis, 17 Pebruari 2011, 15:54 WIB
BBC
Di Depan Akademisi Cambridge, Mantan Pastor Itu Berkisah Kenapa Pilih Islam
Idris Tawfiq

REPUBLIKA.CO.ID, "Bukan saya yang mencari Islam, Islam yang menemukan saya," kata Idris Tawfiq. Ia berbicara di depan akademisi dan keluarga besar universitas papan atas Inggris, Cambridge. Di perguruan tinggi ini tengah dihajat acara tahunan Experience Islam Week, acara untuk pengenalan Islam dan toleransi.

Ia mengaku, tak ada masalah dengan masa lalunya. "Saya mencintai pekerjaan dan masa lalu saya, namun hati saya seperti dipandu memilih Islam," katanya. "Setelah menjadi Muslim, saya menemukan kedamaian yang tak pernah saya temukan sebelumnya."

Menurutnya, keputusannya memilih Islam adalah keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia masih melakukan pelayanan, ketika kemudian hatinya berbicara lain. Sampai suatu saat, timbul keberanian untuk menyatakan behenti dan mundur. "Saya merasa sendiri setelah itu," katanya.

Pertama kali, ia menyatakan berhenti menjadi pastor. Namun, ia tetap memegang kayakinan lamanya, sambil terus belajar Islam. "Saya tidak bermaksud mengubah iman saya itu bukan bagian dari rencana saya sama sekali," katanya.

Ia menyatakan, tinggal dan besar di Inggris selama 40 tahun, ia punya pandangan stereotip tentang Muslim. Tapi saat liburan di Mesir, ia bertemu dan berteman dengan banyak orang Muslim, dan mengatakan bahwa ia mulai menyadari persepsi tentang keyakinan Islam. "Keyakinan lama saya perlahan luntur, dan Islam menjadi lebih menarik perhatian saya," katanya.

Menurutnya, ajaran Islam sebenarnya sangat indah. "tak benar Islam mengajarkan kekerasan. "Jika Anda menyelami ajaran Islam, Anda akan menemukan ajaran agama ini benar-benar sangat indah, sangat lembut, dan manis," katanya.

Ia menyarankan satu hal bagi mereka yang tengah belajar Islam. "Sebelum Anda membuah keputusan, tarik nafas dalam-dalam dan dengarkan apa kata Islam. Kemudian, penahi pola pikir Anda," katanya.

Saat ini, Tawfiq memutuskan untuk tinggal di Mesir. Ia mengaku tak gamang dengan perubahan politik di negeri itu. "Satu hal yang diajarkan Islam adalah, jangan pernah terkejut dengan apapun yang datang dalam kehidupan kita. Di Mesir, semua terbukti. Siapa yang menduga hanya dalam tiga pekan tiran yang 30 tahun lebih berkuasa bisa tumbang," katanya.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Cambridge News/BBC
Orang yang Berazan dan Beriqamah untuk Setiap Shalat dan Kedua Shalat yang Dijama. (HR Bukhari)
ISMAELBISA, Kamis, 10 Maret 2011, 09:43

Syukur kpd-Nya. Kalau asyik mencari, tak menghina, mengkeji & membenci harus diketemui. Allah SWT berkuasa, memberi nur-Islam bila dicari kerana Islam itu amt indah, sgt lembut & manis rasanya. Beliau mencari Islam, Allah SWT tak hampakan, kerana Islam agama wahyu-Nya terakhir. Masa di Mesir, Islam diketemui pd Tawfik?

Balas
Omre, Jumat, 4 Maret 2011, 18:52

bung samsu rizal...apa tuh maksud perkataan saudara apakah itu berarti anda bermaksud bersikap antipati (sikap Tidak suka)terhadap Islamnya seseorang yang bernama Mr.Idris Tawfik?

Balas
ohga, Jumat, 4 Maret 2011, 18:44

Allah berkuasa memeberikan hidayah kepada orang-orang yang mau berpikir.

Balas
Giat Sutono, Jumat, 4 Maret 2011, 18:41

Allhamdulillah......
This is the real of islam ....Allahu Akbar
Al Quran Penuntun umat islam.

Balas
syamsurizal hasan, Kamis, 24 Pebruari 2011, 13:11

Orang seperti Idris Tawfik bukan sedikit di dunia ini. Di kampung saya Ujung Batu, Rokan Hulu, Riau, muallaf seperti ini sudah biasa. Apakah orang tua, dewasa, remaja dan anak2. Kadang2 hanya dengan mendengarkan azan di Mesjid saja, padahal bukan sekali itu saja mereka mendengarkan azan. Tapi azan itulah ketukan hati.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...