Senin , 08 Agustus 2016, 16:36 WIB

Kembangkan Wisata Ramah Muslim, Jepang Kerja Sama dengan JHTC

Red: Achmad Syalaby
Dailyjapan
Salah satu restoran halal di Jepang
Salah satu restoran halal di Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jumlah wisatawan dari Indonesia dan Malaysia, yang memiliki populasi Muslim terbanyak ke Jepang terus meningkat. Hal ini dikarenakan kemudahan persyaratan  memperoleh visa serta didukung bertambahnya penerbangan ke Jepang dengan harga relatif terjangkau. Sejumlah pebisnis tur dan travel pun makin melirik ceruk pasar ini.

Melihat tingginya jumlah wisatawan Muslim tersebut, Pemerintah Jepang terus meningkatkan fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim. Sebagai contoh, makanan berstandar halal maupun fasilitas ibadah berupa tempat shalat di restoran, tempat wisata, pusat perbelanjaan dan bandara.

Untuk memastikan kesiapan fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim, Japan Halal Tour Center (JHTC) Indonesia menerima undangan dari Ryomo Muslim Inbound Development Council (Majelis Muslim) selama sepekan sejak 6 Agustus 2016. Kunjungan ini dipusatkan di restoran, hotel dan sejumlah tempat wisata di Kota Tokyo, Sano dan Nikko.

Lewat siaran pers kepada Republika.co.id di Jakarta, Senin (8/8), President Japan Halal Tour Center (JHTC), Ahmad Husaini, mengatakan tujuan kunjungan rombongan JHTC Indonesia ke Jepang, tepatnya di Tokyo, Sano City dan Nikko City, untuk memastikan kesiapan industri pariwisata halal yang saat ini menjadi konsentrasi bagi sejumlah kalangan pengusaha maupun pemerintah setempat. Kunjungan tersebut juga untuk memberikan masukan mengenai fasilitas halal di beberapa area kuliner, hotel maupun tempat-tempat wisata di tiga kota tersebut. 

Pada Selasa (9/8), Pemerintah Kota Sano akan menjalin kerja sama dengan JHTC. Menurut Ahmad, ada tiga kerjasama yang dijalin. Yakni, pertama, sertifikasi halal, pertukaran wisatawan dan  pertukaran informasi dan pengetahuan. “Dengan ketiga kerja sama ini diharapkan  bagi wisatawan Muslim di Indonesia bisa mengetahui fasilitas wisata yang sudah dijamin halal. Begitu sebaliknya, pemerintah setempat bisa mendapatkan masukan dari JHTC terkait penyiapan fasilitas-fasilitas halal di Kota Sano,” ujar Husaini. 

Menurut dia, standar fasilitas halal di Jepang minimal harus memenuhi dua hal, yakni makanan dan fasilitas ibadah, seperti di restoran, hotel dan tempat-tempat umum. JHTC melihat ketersediaan fasilitas shalat di Restoran Wakaba (menu shushi) di Sano, Asakusa Sushi Ken (menu sushi) di Taito, dan Sano Premium Outlets di Sano. Selain mengujungi restoran halal di tiga kota, rombongan JHTC juga mengunjungi Masjid Tokyo Cami’ atau Islamic Center di Tokyo, Moslem Community di Taito, serta beberapa destinasi wisata lainnya.