Kamis, 2 Zulqaidah 1435 / 28 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jejak Bencana di Alam Manusia

Kamis, 27 Februari 2014, 02:48 WIB
Komentar : 0
AP
Seorang ibu merapat dan menangis setelah gempa besar melanda Cina Barat
Seorang ibu merapat dan menangis setelah gempa besar melanda Cina Barat

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih

Bencana yang terjadi bukti kebesaran Sang Khaliq.

Darurat bencana. Ini yang sedang dihadapi umat manusia di bumi ini. Di Indonesia saja, berbagai bencana terus melanda, dari tsunami, gempa, gunung berapi meletus, banjir, tanah longsor, dan lainnya.

Menilik dari bencana yang terjadi ini, mengingatkan kembali sejak awal peradaban manusia, bencana selalu ada. Mengutip laman ancienthistory, banyak ditemukan informasi tentang bencana-bencana dahsyat yang memakan banyak korban.

Bahkan, meluluhlantakkan sebuah peradaban. Beberapa di antaranya masih meninggalkan jejak untuk mengingatkan bahwa Allah bisa menghadirkan bencana terdahsyat sekalipun.

Salah satu bencana yang terdahsyat yang tercatat dalam sejarah adalah banjir yang melanda benua Pangaea sekira pada 2400 sebelum masehi.

Di masa kuno tersebut kerak bumi meledak dan keluarlah air deras dari dalam perut bumi yang panasnya mencapai 374 derajat Celcius.

Air dengan tekanan sangat besar itu pun menghancurkan peradaban yang ada. Ledakan mahadahsyat itu berkali-kali lipat besarnya dari ledakan nuklir.

Gunung-gunung, vegetasi, dan kehidupan makhluk hidup di atas lempengan bumi inipun musnah dan kini tersisa menjadi fosil dan batu bara yang terkubur jauh di dalam lapisan tanah.

Dulu, kondisi bumi tidak seperti sekarang. Allah SWT pun membuat kondisi bumi berubah. Sebagian besar bumi tertutup oleh es, yang dikenal dengan zaman es. Suhu bumi semakin meningkat, membuat es semakin mencair dan lautan pun semakin meluas.

Luas benua dan pulau-pulau pun semakin sempit. Zaman es berakhir dan bumi dihuni oleh makhluk-makhluk baru yang masih bisa bertahan menghadapi kondisi seperti ini.

Bencana dahsyat lain yang sangat mematikan adalah meletusnya gunung berapi. Di antaranya adalah gunung berapi di Pulau Santorini, Yunani, pada tahun 1645 SM yang memusnahkan Kota Santorini.

Juga letusan gunung Vesuvius di Italia yang terjadi sekira 79 M. Gunung yang hingga kini masih mengantongi predikat sebagai gunung api paling berbahaya ini, memusnahkan sebuah peradaban di Kota Pompeii.

Letusan gunung tersebut diawali dengan gempa besar yang kemudian puing-puing vulkanik dimuntahkan dari puncak gunung. Awan menghitam penuh abu pun diempaskannya.

Pompeii dan kota-kota di sekitarnya terkubur dalam waktu yang cepat karena letusan gunung tersebut. Hingga 1631, gunung ini meletus lagi dan kemudian membuat publik terbuka matanya karena berhasil menemukan fosil-fosil korban pada letusan yang lebih dahsyat sebelumnya.

Bencana besar lainnya juga terjadi di Helike, Yunani, pada 373 sebelum masehi, Kota Helike yang berada di Teluk Corinth tenggelam karena terjadi gempa dan tsunami.

Para sejarawan menyebutkan bukti kehancuran kota tersebut masih bisa dilihat hingga kini, karena masih ada sisa reruntuhan dan bangunan kota yang terendam di laut, meski telah berusia ribuan tahun lamanya.

Tak ada data yang pasti untuk tahu berapa jumlah korban dalam peristiwa ini. Beberapa penelitian terus dilakukan dan mereka menemukan berbagai perlengkapan dalam hidup manusia, seperti bangunan, koin, dan perabot rumah tangga.

Pada 21 Juli 365 M, terjadi lagi sebuah gempa hebat di bawah laut Mediterania. Gempa yang diperkirakan kekuatannya lebih dari 8 skala Richter dan berpusat di dekat Pulau Crete, Yunani, ini menyebabkan kerusakan yang amat besar di wilayah Yunani, Libya, Siprus, dan Sisilia.

Belum berhenti sampai di situ, gempa tersebut kemudian juga berlanjut pada tsunami besar yang menghantam Alexandria, Mesir, dan daerah sekitarnya.

Tulisan dari Ammianus Marcellinus menggambarkan secara rinci peristiwa yang terjadi tersebut. “Awalnya bumi berguncang, kemudian samudera surut di wilayah Alexandria dan disusul gelombang laut yang amat besar membanjiri kota,” tulisnya.

Diperkirakan ribuan orang tewas karena bencana ini dan kapal laut pun bisa diempaskan ke daratan hingga sejauh dua kilometer oleh gelombang tsunami tersebut.

Contoh lain bencana terdahsyat adalah gempa bumi yang terjadi pada 526 M di Antioch dan wilayah sekitar Suriah. Korban yang tewas karena bencana ini sekira 250 ribu jiwa. Gempa dengan kekuatan lebih dari 7 skala Richter ini juga disertai kebakaran hebat.

Contoh lainnya adalah gempa Damghan, yang terjadi di sekitar wilayah Iran pada tahun 856 M. Gempa berkekuatan 7,9 skala Richter ini meluluhlantakkan daerah hingga sepanjang 320 km di bawah Kota Damghan.

Bencana ini memakan lebih dari 200 ribu jiwa kala itu, yang menjadikan peristiwa ini termasuk bencana yang sangat mematikan.

Gempa ini disebabkan oleh peristiwa geologi yang terjadi ada sabuk lempengan Alpide. Lempengan ini kemudian menjadi salah satu daerah seismik yang aktif di dunia.


Redaktur : Damanhuri Zuhri
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Mengapa Allah Menciptakan Bencana?