Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Masjid Agung Strasbourg Persatukan Muslim Prancis

Minggu, 10 Maret 2013, 16:26 WIB
Komentar : 0
irsmm.com
Masjid Agung di Strasbourg Prancis

REPUBLIKA.CO.ID,  STRASBOURG -- Bagi komunitas Muslim Prancis, pembangunan Masjid Agung Strasbourg memiliki peranan yang sangat penting. Ada dua esensi dibalik berdirinya bangunan megah tersebut.

Pertama, menyatukan umat Islam yang memang terdiri dari latar belakang dan asal-usul yang berbeda. Kedua, melalui masjid itu, proses integrasi Muslim ke dalam masyarakat Prancis menjadi sangat mungkin. Ini karena masyarakat Prancis yang mayoritas non-Muslim memiliki kesempatan untuk bertemu dengan saudara mereka yang Muslim.

Presiden Dewan Masjid Agung Strasbourg, Aalla, mengatakan sedari awal umat Islam menginginkan adanya keterbukaan dengan masyarakat Prancis. Keterbukaan itu berwujud pada kesempatan masyarakat Prancis untuk mencari tahu informasi tentang Islam dan Muslim melalui satu tempat yang representasikan umat Islam.

Dengan luas bangunan 1.300 meter persegi, atau 1.5 kali lipat dari bangunan yang sudah ada, Masjid Agung Strasbourg menampilkan wujud dari keberagaman Prancis. Ini karena lokasi masjid tak jauh dari Katedral terkenal Strasbourg, Notre Fame.

Sejak diresmikan tahun 1993 silam, masjid menjadi lokasi favorit para turis yang kebutulan berkunjung. Lebih dari 20.000 turis menyambangi masjid. Sebagian diantaranya mengikuti tur masjid. Pada kegiatan inilah, masyarakat Prancis mendapatkan kesempatan untuk memperoleh informasi yang benar tentang Islam dan Muslim.

Abdelrahman Binjalloun, apkoteker yang menyambi sebagai pemandu tur, mengatakan banyak turis yang begitu kritis menyampaikan pertanyaan tentang Islam dan Muslim. Bahkan, ada satu biarawan yang sengaja mengikuti tur untuk mencari tahu informasi tentang Islam.

Pendeta Benoit Ente, yang menjadi peserta tur yang dipimpin Binjallon, mengatakan sudah lama ia tertarik mencari tahu informasi tentang dunia Islam. "Jujur, saya tertarik ingin mengetahui seperti apa masjid itu," kata dia.

Wakil Wali Kota Strasbourg, Olivier Bitz mengatakan sejarah Masjid Agung sangat panjang, sulit dan berbelit-belit. Namun, masalah pelik itu melahirkan satu jawaban penting akan kebutuhan Muslim dan Masyarakat Prancis itu sendiri.

"Saya memahami, butuh 15 tahun lebih untuk membangun masjid ini. Banyak pertentangan, dan kini masjid ini telah berdiri megah," kata dia.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Heri Ruslan
5.505 reads
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

John Kaltner: Luruskan Kesalahpahaman tentang Islam, Bacalah Alquran