Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Masjid Baitul Ihsan, Desain Terbuka Sarat Estetika (1)

Jumat, 04 Januari 2013, 17:56 WIB
Komentar : -1
Republika/Wihdan Hidayat
Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia, Jakarta.
Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, Pintu masuk yang transparan mencerminkan masjid ini terbuka bagi seluruh umat Islam, bukan hanya karyawan BI.

Siang yang terik tak lagi terasa menyengat kulit ketika langkah kaki memasuki Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia (BI). Aroma wangi disertai embusan hawa sejuk dari air conditioner (AC) membuat badan terasa nyaman.

Setiap sudut masjid yang tampak begitu kokoh, megah, dan indah. Kesan itu mencuat karena bangunan masjid ini menggunakan bahan granit berkualitas di sejumlah besar bagian. Hal ini menjadikannya selaras dengan gedung BI yang ada di dekatnya.

Tak hanya granit yang menjadi daya pikat Masjid Baitul Ihsan. Rasa kagum kembali muncul ketika mata menatap mihrab. Bagian ini menjadi centre of view di interior masjid.

Pada bagian mihrab ini terdapat delapan pilar berbalut marmer putih. Pilar-pilar ini disusun sedemikian rupa sehingga mengesankan adanya ruangan di dalam mihrab.

“Di daerah mihrab sengaja dipilih material marmer dengan warna putih sebagai warna dominannya supaya dapat menimbulkan suasana tenang dan netral,” jelas Pramudyarto, arsitek internal BI.

Sisi yang tak kalah menarik adalah cekungan kubah yang ditopang oleh empat pilar berbentuk lingkaran. Empat pilar penopang ini dihubungkan oleh batangbatang berbentuk balok.

Untaian kaligrafi, di antaranya dari Surah an-Nur ayat 35, menghiasi bagian ini. Sementara, kaligrafi Asmaul Husna mempercantik bagian kaki kubah.

Lain lagi dengan permukaan luar kubah. Di sini kubah dilapisi keramik dengan ragam hias geometri. Warnanya merupakan kombinasi biru dan krem. Menurut Pramudya, atap kubah ini merupakan representasi alam semesta ciptaan Allah SWT.

“Di bagian ini dilengkapi juga dengan jendela kaca laksana titik-titik cahaya yang bisa menerangi ruang shalat di bawahnya lewat pencahayaan dari luar,” kata Pramudya.





Reporter : Mohammad Akbar
Redaktur : Chairul Akhmad
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ISIS Luncurkan Video Ajakan Jihad
 JAKARTA -- Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS meluncurkan video dengan maksud meminta dukungan kepada warga Indoensia. Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut,...