Saturday, 29 Ramadhan 1435 / 26 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

KH Ahmad Asrori, Ulama Tasawuf nan Tawadhu (1)

Wednesday, 02 January 2013, 17:52 WIB
Komentar : 0
myopera.com
KH Ahmad Asrori Al Ishaqi (tengah).
KH Ahmad Asrori Al Ishaqi (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, Boleh jadi, hanya sebagian umat Islam di Indonesia yang mengenal sosok KH Ahmad Asrori al-Ishaqi.

Namun, tidak bagi pengikut tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah. Bagi mereka, Kiai Asrori adalah sosok panutan yang sangat dihormati.

Semasa hidupnya, tokoh kelahiran 17 Agustus 1957 ini dikenal sebagai ulama sekaligus tokoh tasawuf terkemuka Indonesia yang dikenal hingga mancanegara.

Ia pun dikenal sebagai mursyid (pimpinan tarekat) dengan lebih dari 300 ribu pengikut tarekat di seluruh kawasan Asia.

Kiai Asrori adalah ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah yang menguasai ilmu tasawuf secara mendalam. Ia mengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafi Al Fithrah yang bernaung di bawah Yayasan Al Khidmah.

Ponpes seluas tiga hektare di wilayah Kedinding Lor, Surabaya, Jawa Timur, itu menjadi pusat kegiatan dan kepengurusan tarekat Qadariyah Wa Naqsyabandiyah di seluruh Indonesia dan mancanegara.

Kiai Asrori adalah putra KH Utsman al-Ishaqi. Sang ayah adalah salah satu dari tiga pimpinan tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah. Dua mursyid lainnya adalah KH Makki dari Karangkates, Kediri, dan KH Bahri dari Mojosari, Mojokerto.

Sepeninggal Kiai Utsman pada 1984, kepemimpinan tarekat dilanjutkan oleh Kiai Asrori. Estafet kepemimpinan tarekat kepada Kiai Asrori memang sesuai dengan wasiat Kiai Utsman.

Saat itu, Kiai Asrori berusia 30 tahun dan dinilai masih terlalu muda untuk menjadi seorang mursyid. Namun, berkat kecerdasan dan ketawadhuannya (rendah hati), ia berhasil menjalankan perannya sebagai pemimpin tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah. Sikap istiqamahnya menjadi panutan jamaah tarekat dari seluruh dunia.

Di bawah kepemimpinan Kiai Asrori, tarekat Qodariyah Wa Naqsyabandiyah berkembang pesat, terutama di Indonesia. Terlebih, setelah dua kepemimpinan tarekat di Kediri dan Mojokerto mulai terseret dunia politik.

Tarekat Qadariyah Wa Naqsyabandiyah pimpinan Kiai Asrori pun menjadi alternatif di kalangan penganut tarekat karena dianggap lebih netral dan mengayomi umat.








Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Chairul Akhmad
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Karawang-Indramayu Dalam Pantauan Udara
KARAWANG -- Pada sore jelang buka puasa, kemacetan parah terjadi pada perbatasan antara Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang. Yang menarik, kemacetan justru terjadi...