Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Istana Yildiz Sinergi Gaya Rococo, Barok, dan Islam (1)

Friday, 28 December 2012, 15:42 WIB
Komentar : 1
photo-travel.com
Istana Yildiz di Turki.
Istana Yildiz di Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, Semua ornamen dekoratif di istana ini bercorak flora, tak ada bentuk manusia atau hewan.

Langit biru berhias awan putih memayungi sebuah bangunan tua yang masih tampak megah. Di antara rindangnya pepohonan, terlihat dua buah anak tangga berselimut karpet jingga. Tangga itu kemudian menyatu dengan pintu masuk bangunan indah ini.

Itulah deskripsi singkat yang tersaji di laman YouTube mengenai Istana Yildiz di Istanbul, Turki. Istana Yildiz atau Yildiz Sarayi dalam bahasa Turki adalah salah satu kompleks istana peninggalan Kesultanan Turki Utsmani. 

Istana ini dibangun pada awal abad ke-20 dengan biaya sangat besar. Pembangunan istana ini tuntas pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II (1876-1909).

Ensiklopedia Peradaban Islam terbitan Tazkia Publishing menyebut, area tempat berdirinya Istana Yildiz pada awalnya merupakan hutan alam. Adalah keluarga kerajaan pada masa Sultan Ahmad I (1603-1617) yang pertama kali membangun tempat peristirahatan di area tersebut.

Setelah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, keluarga kerajaan kemudian sering menghabiskan liburan di daerah ini. Kemudian, pada masa pemerintahan Sultan Abdul Majid I (1839-1861) dan Sultan Abdul Aziz (1861-1876), dibangunlah rumah besar sebagai tempat menginap keluarga kerajaan.

Pada akhir abad ke-19, Sultan Abdul Hamid II meninggalkan Istana Dolmabahce dan tinggal di Istana Yildiz. Kepindahan ini disebabkan oleh kekhawatiran sang Sultan akan serangan musuh-musuh Turki Utsmani yang muncul dari arah lautan. Sebab, Istana Dolmabahce terletak di pinggir pantai Selat Bosphorus.

Nah, setelah menjadikannya sebagai tempat tinggal, Sultan Abdul Hamid II memperbesar Istana Yildiz. Dia lalu memerintahkan arsitek Raimondo D’Aronco yang berasal dari Italia untuk membangun bangunan baru di kompleks istana tersebut.

Sejak itulah, Istana Yildiz dapat disejajarkan dengan istana-istana megah lainnya yang pernah dibangun Kesultanan Turki Utsmani, seperti Saray Eski (Istana Tua) di Edirne serta Topkapi dan Dolmabahce di Istanbul.

Pada masa pemerintahan Sultan Hamid II, para pejabat dan staf kerajaan juga berkantor di Istana Yildiz. Karena besar dan luas, istana ini memang bisa digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus kantor.

Istana Yildiz memiliki beberapa bangunan dengan fungsi yang berbeda-beda. Di antara bangunan-bangunan tersebut adalah sekretariat negara yang digunakan sebagai kantor staf kerajaan, paviliun tempat tinggal sultan dan keluarga kerajaan, ruang teater dan opera house, museum, dan pabrik porselen.




Reporter : Mohammad Akbar
Redaktur : Chairul Akhmad
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...