Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ummu Aiman, Keteladanan Seorang Muslimah (1)

Senin, 05 November 2012, 06:23 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Sejatinya, ia bernama Barkah. Namun, Rasulullah SAW biasa menyapanya Ummu Aiman.

Ia adalah sosok Muslimah  teladan yang begitu dihormati dan dicintai Nabi Muhammad SAW.  Bahkan, Nabi SAW sering memanggilnya dengan kata-kata penuh cinta,  ''Duhai Ibuku.''

Rasulullah SAW telah menganggap Ummu Aiman sebagai ibunya sendiri. Dr Musthafa Murad dalam Nisa Ahl al-Jannah (Wanita Ahli Surga), menuturkan, hubungan Ummu Aiman dengan Rasulullah SAW berawal sejak beliau lahir. Ia t berkhidmat sebagai pengasuh yang telah turut membesarkan Muhammad SAW.

Sebelum Muhammad SAW lahir, Ummu Aiman telah bekerja pada keluarga Abdullah dan Aminah. Sepeninggal kedua orangtuanya, Muhammad SAW diasuh dan dirawat Ummu Aiman dengan penuh kasih sayang.  Ia tak menganggap Nabi SAW sebagai anak yatim, melainkan sudah seperti anaknya sendiri.

Ketika Rasulullah SAW menerima wahyu dan mulai berdakwah kepada keluarga terdekat, Ummu Aiman pun langsung berhijrah ke dalam Islam. ''Ia termasuk kaum perempuan yang lebih dahulu berhijrah ke dalam Islam,''  tutur Musthafa Murad.

Ummu Aiman termasuk pada golongan orang-orang yang meraih keutamaan. Pandangannya, menurut Musthafa,  selalu ditundukkan dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT.

Ia rajin beribadah pada malam hari, menyerahkan jiwanya kepada Sang Khalik, Raja segala raja sambil bertafakur dan berzikir. Ia selalu mengagungkan Allah SWT.

Utsman bin al-Qasim berkata, ''Ketika berhijrah, Ummu Aiman berjalan kaki sehingga kehausan karena sedang berpuasa. Ia terus bertahan sehingga turunlah seemberair putih dari langit, dan ia meminumnya.

Ummu Aiman pernah berkata, 'Setelah itu aku tak pernah merasa haus lagi.' Sedangkan orang-orang yang berhijrah  itu kehausan karena sedang berpuasa, ia sendiri tak merasa haus.'' (HR Ibnu Sa'ad).

Para sahabat juga sangat menghormati Ummu Aiman serta keluarganya. Wanita mulia itu dikaruniai dua orang putra yakni Usamah dan Aiman. Ia pertama kali menikah dengan Ubaid bin Umar al-Khazraji dan lahirlah Aiman.  Sepeninggal Ubaid, ia dipersunting  Zaid bin Haritsah dan dikarunia seorang anak lagi bernama Usamah.





Reporter : Heri Ruslan
Redaktur : Chairul Akhmad
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...