Saturday, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Cut Nyak Meutia, Mujahidah dari Serambi Makkah (2)

Tuesday, 09 October 2012, 16:59 WIB
Komentar : 1
blogspot.com
Cut Nyak Meutia (ilustrasi).
Cut Nyak Meutia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Ya, Cut Nyak Meutia dibesarkan dalam suasana peperangan dan pertempuran. Dalam darahnya mengalir semangat jihad dan keberanian.

Menginjak dewasa, sang mujahidah pun menikah dengan seorang pejuang Aceh bernama Teuku Muhammad yang dikenal dengan panggilanTeuku Cik Tunong.

Semangat perlawanan  rakyat Aceh untuk mengusir penjajah terus berkobar. Cut Nyak Meutia tak bisa tinggal diam. Ia bersama sang suami, Teuku Cik Tunon,  langsung memimpin perang di wilayah Pasai.

Perang rakyat Aceh terhadap Belanja yang terjadi pada 1900 itu telah menelan korban jiwa yang begitu banyak, baik dari Aceh maupun Belanda.

Mendapat perlawanan yang kian sengit, kolonial Belanda menambah persenjataannya. Cut Nyak Meutia pun harus memutar otak untuk menghadapi pasukan Belanja dengan senjata yang mutakhir.

Bersama suaminya, ia memimpin perang gerilya. Berkali-kali pasukannya berhasil mencegat patroli pasukan Belanda. Bahkan, mereka pun sempat menggempur  markas pasukan Belanda di Idie.

Perlawanan yang dikobarkan Cut Nyak Meutia bersama sang suami terus membakar semangat rakyat Aceh. Belanda pun mulai keteteran. Beragam upaya dilakukan untuk menghentikan bara perlawanan yang terus dikobarkan Cut Nyak Meutia bersama sang suami dan rakyat Aceh. Penjajah sempat membujuk keluarga Cut Nyak Meutia agar menghentikan perlawanan.

Semua upaya Belanda itu gagal. Tak ada kata tunduk terhadap penjajah kafir bagi Cut Nyak Meutia. Tanpa mengenal rasa takut, Cut Nyak Meutia bersama suaminya terus menggerakkan perlawanan.



Reporter : Heri Ruslan
Redaktur : Chairul Akhmad
"Tidak masuk surga orang yang ada dalam hatinya seberat biji sawi dari kesombongan"((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar