Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Inilah 5 Penyebab Seseorang Jadi Putus Asa (2)

Minggu, 16 September 2012, 06:23 WIB
Komentar : 0
Cover Buku "Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah"

REPUBLIKA.CO.ID, Diceritakan bahwa seorang Arab Badui memasuki satu rumah karena dia mendengar beberapa kali jeritan di dalam rumah tersebut, kemudian dia bertanya, “Suara apa itu? dikatakan kepadanya, “Seorang keluarga mereka meninggal.

Kemudian dia berkata, “Aku tidak melihat mereka kecuali seharusnya mereka meminta pertolongan kepada Tuhannya, menerima qadha (ketentuan)-Nya, dan mencintai pahala-Nya.

Dalam kitab “Mantsuml Hikam” dikatakan, “Orang yang sempit hatinya, maka akan lebar lidahnya (banyak mengumbar).”

Ahli ilmu juga mengatakan, “Janganlah kamu banyak mengeluh kepada temanmu, kembalikanlah olehmu kepada Pencipta dan bukan kepada makhluk. Karena orang yang tenggelam tidak akan mampu menyelamatkan orang yang tenggelam lainnya

4. Berputus asa dalam mencari jalan keluar dari musibah yang menimpanya. Selamanya dia berada dalam kegelisahan dan keputusasaan karena menangisi peristiwa yang telah terjadi, sehingga dia tidak memiliki kesabaran, dan tidak memiliki dada yang lapang.

Bahkan terkadang dia berkata, “Musibah yang dihadapi dengan kesabaran itu dianggap lebih besar dari dua musibah.”

Ibnu Rumi juga mengatakan, Wahai jiwa bersabarlah, karena hanya kesabaran itulah yang pantas dilakukan. Terkadang yang diharapkan itu tidak berhasil diraih, dan yang datang (diperoleh) sesuatu yang tidak diharapkan.”

5. Kurang waspada dalam menjaga keselamatan dan memelihara kenikmatan yang diperolehnya, sehingga dia melupakan keamanan dan ketenangan, dan menghambur-hamburkan kekayaan dan kejayaannya dalam hal-hal yang tidak bermanfa’at.

Dia menganggap bahwa bencana itu tidak akan datang setelah dia mapan dan berkecukupan. Orang yang demikian termasuk orang yang tidak mampu bersabar dalam menghadapi bencana, dan tidak akan bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan.

Seandainya dengan pandangan tersebut dia membandingkan dengan bencana yang menimpa temannya dan menyamakan peristiwa yang dialaminya, maka dia akan meremehkan kesabaran sehingga ketenangan semakin menjauh darinya.

Sumber : Kenikmatan Kehidupan dunia dan Agama, Oleh : Al Imam Al Mawardi

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Heri Ruslan
2.294 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...