Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pembayaran Denda dalam Haji (3-habis)

Sabtu, 15 September 2012, 19:35 WIB
Komentar : 0
Antara/Anang Ahmad
Sejumlah pembeli memilih domba yang akan digunakan untuk membayar dam (denda) di pasar ternak Kaqiyah, Makkah, Arab Saudi.
Sejumlah pembeli memilih domba yang akan digunakan untuk membayar dam (denda) di pasar ternak Kaqiyah, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, Kategori dam yang lain, yaitu dam ihshar. Ini merupakan dam yang wajib dibayar jamaah ketika mereka terkendala menyempurnakan manasik karena satu dan lain hal.

“Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit) maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat.” (QS Al-Baqarah [2]: 196).

Sedangkan, jenis dam yang terakhir ialah dam jima’. Maksud dari kategori ini ialah denda yang lazim dibayar oleh jamaah haji akibat bersenggama dengan istri.

Menurut Syekh Abdullah bin Ibrahim Al-Qar’awi, ia wajib menyembelih seekor kambing untuk para fakir yang berada di Tanah Haram.

Bila peristiwa tersebut berlangsung sebelum prosesi tahalul pertama atau sebelum pelaksanaan jumrah aqabah maka perbuatan itu merusak kesempurnaan ibadah hajinya. Bahkan, menurut sebagian kalangan, hajinya terancam batal.

Hanya, ibadah tersebut tetap wajib disempurnakan. Pelaku senggama tersebut wajib menyembelih seekor unta di Tanah Haram. Bila tidak mampu maka ia wajib berpuasa 10 hari.

Dengan perincian, tiga hari dilakukan selama berada di Tanah Suci sedangkan sisanya, yaitu tujuh hari, dibayar sekembalinya ke kampung halaman. Ini pendapat mayoritas sahabat, seperti Umar bin Khathab, Abu Hurairah, Ibnu Abbas, dan lainnya.




Reporter : Nashih Nashrullah
Redaktur : Chairul Akhmad
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...