Selasa, 21 Zulqaidah 1435 / 16 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Para Filsuf Muslim (2)

Jumat, 07 September 2012, 22:50 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Ilustrasi
Ilustrasi

Al-Ghazali (450-505 H/1058-1111 M)
Nama lengkapnya Abu Hamid Muhammad bin Muhammad At-Tusi Al-Ghazali. Ia merupakan ulama terkemuka yang amat berpengaruh di dunia Islam, terutama di kalangan Suni.

Al-Ghazali lahir di Desa Gazaleh, dekat Tus. Ia belajar di Tus, Jurjan, dan Nisabur. Ia kemudian bermukim di Mu’askar selama lima tahun dan di Baghdad selama lima tahun berikutnya.

Di sana ia menjadi pemimpin dan guru besar Madrasah Nizamiyah Baghdad. Di sana pula ia berupaya keras mempelajari filsafat dan menunjukkan pemahamannya tentang filsafat dengan menulis buku berjudul “Maqasid Al-Falasifah” (tentang pemahaman-pemahaman para filsuf).

Ia dikenal karena kemampuannya mengkritik argumen-argumen kaum filsuf dengan menulis buku “Tahafut Al-Falasifah”. Buku tersebut ia tulis dalam rangka memberikan kesan tentang kelemahan atau kekacauan pemikiran-pemikiran para filsuf Muslim, seperti Al-Kindi, Al-Farabi, dan Ibnu Sina.

Semasa hidupnya, Al-Ghazali dikenal sebagai fakih, mutakalim, dan sufi. Ia mahir berbicara dan amat produktif dalam mengarang. Karya tulisnya lebih dari 228 buku dan risalah. Karya tulisnya yang paling populer di dunia Islam adalah “Ihya Ulum ad-Din” (Menghidupkan Ilmu-Ilmu Agama).   

Ibnu Rusyd (520-595 H/1126-1198 M)
Salah satu filsuf Muslim yang muncul di belahan barat adalah Abu Al-Walid Muhammad Ibnu Ruysd. Ia berasal dari keluarga hakim. Ia lahir di Cordoba dan wafat di Marakech. Ia dikuburkan di sana, tapi tiga bulan setelah itu jenazahnya dipindahkan ke Cordoba.

Ibnu Rusyd menguasai berbagai bidang ilmu, seperti fikih, ilmu kalam, sastra Arab, matematika, fisika, astronomi, kedokteran, logika, dan filsafat. Ia berhasil menjadi ulama dan filsuf yang sulit ditandingi. Ia juga pernah menjadi hakim di Cordoba pada 1171 M. Ibnu Rusyd juga pernah menjadi dokter istana.






Reporter : Nidia Zuraya
Redaktur : Chairul Akhmad
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Eksplorasi di Negeri Atas Awan (3)
DIENG -- Alhamdulillah, ROL berkesempatan mengunjungi Dieng, kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Saat itu ROL beruntung karena...