Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kurban dalam Ibadah Haji (1)

Selasa, 04 September 2012, 21:03 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Penyembelihan hewan kurban (ilustrasi).
Penyembelihan hewan kurban (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Perintah untuk menyembelih hewan kurban tidak hanya dilakukan setiap Hari Raya Idul Adha ataupun saat melaksanakan akikah saja, tetapi juga pada saat musim haji, terutama mereka yang melaksanakan haji tamattu’ dan qiran, serta yang melanggar larangan ihram. Jamaah haji harus berkurban dengan membayar dam (denda).

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan ibadah haji itu ada tiga cara, yakni ifrad, qiran dan tamattu’. Begitu juga dengan pelaksanaan dam, ada yang sunah dan ada yang wajib.

Haji ifrad merupakan pelaksanaan ibadah umrah setelah terlebih dahulu melakukan kewajiban haji. Karenanya, jamaah yang melakukan haji ifrad ini disunahkan untuk menyembelih kurban.

Biasanya, haji ini dilakukan oleh jamaah haji asal Indonesia yang datang dengan kelompok terbang (kloter) akhir, sehingga saat tiba di sana mereka langsung bisa melaksanakan haji. Setelah melaksanakan haji, mereka menunggu kepulangan dengan melaksanakan umrah.

Sementara itu, jamaah haji diwajibkan untuk mengeluarkan dam (bayar denda) jika melakukan lima hal berikut:

Pertama, melakukan haji qiran. Yakni, proses ibadah haji dan umrah yang dilakukan secara bersamaan, sehingga seluruh ritual yang dijalani, seperti ihram, thawaf, sa’i, melempar jumrah, atau mabit diniatkan untuk haji dan umrah. Begitu juga dengan kewajiban-kewajiban yang lain, kecuali saat wukuf yang merupakan rukun haji.

Kedua, haji tamattu’. Haji ini kebanyakan dilakukan oleh orang-orang Indonesia. Saat mereka datang di Arab Saudi, di sana belum waktunya untuk melakukan ibadah haji sehingga biasanya mereka melakukan ihram untuk umrah langsung dari miqatnya.

Setelah selesai melaksanakan ihram dan berakhir dengan tahalul (memotong rambut), para jamaah ini menunggu sampai tiba waktunya haji pada hari Tarwiyah dan Arafah, yakni pada 8-9 Dzulhijjah.

Pada tanggal tersebut mereka melaksanakan ihram lagi untuk proses pelaksanaan ibadah haji, sehingga para jamaah ini melakukan dua kali ihram. Jamaah yang melaksanakan haji tamattu’ ini wajib membayar dam.









Reporter : Nidia Zuraya
Redaktur : Chairul Akhmad
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...