Tuesday, 2 Syawwal 1435 / 29 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

KH Zaini Ghani, Ulama Kharismatik dari Tanah Banjar (5-habis)

Monday, 27 August 2012, 09:56 WIB
Komentar : 2
blogspot.com
KH Zaini Ghani.
KH Zaini Ghani.

REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu pesan Guru Sekumpul tentang karamah adalah agar kita jangan sampai tertipu dengan segala keanehan dan keunikan.

Karena bagaimanapun juga, menurutnya, karamah adalah anugerah, murni pemberian, bukan suatu keahlian. Karena itu, jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah dengan melakukan ibadah atau wirid.

Menurut Guru Sekumpul, karamah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istiqamah di jalan Allah.

“Kalau orang mengaku punya karamah, tapi shalatnya tidak karuan, itu bukan karamah, tapi ‘bakarmi’ (orang yang keluar sesuatu dari duburnya—Red),” ujarnya dalam suatu kesempatan.

Saat masih hidup, KH Zaini pernah menuliskan sebuah wasiat yang sepertinya tidak hanya ditujukan untuk kaum Muslimin di Indonesia, tetapi barangkali juga untuk seluruh penjuru dunia.

Wasiat yang ditulis oleh Guru Sekumpul itu berisikan 13 hal yang seharusnya dimiliki oleh setiap pribadi Muslim. Ketiga belas hal tersebut adalah menghormati ulama, baik sangka terhadap sesama Muslim, murah diri (pemurah), manis harta, manis muka, jangan menyakiti orang, dan memaafkan kesalahan orang.

Kemudian jangan bermusuhan, jangan tamak, bergantung hanya kepada Allah dalam segala hajat, selalu yakin bahwa keselamatan itu ada pada yang benar, jangan merasa baik daripada orang lain, dan tidak melayani kepada setiap orang yang iri dan dengki, dan serahkan saja semuanya kepada Allah.

Meski ditulis dalam bahasa yang sangat sederhana, wasiat yang ditulis sekitar 18 tahun lalu, tepatnya 11 Jumadil Akhir 1413 H ini sangat dalam maknanya. Sebagai seorang Muslim tentunya sudah sepatutnya kita bertanya dalam diri kita masing-masing, sudahkah semua itu kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari?




Reporter : Nidia Zuraya
Redaktur : Chairul Akhmad
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Muslim Australia Berlebaran dengan Daging Halal
MELBOURNE -- Bagi umat Muslim di Australia kini tidaklah sulit lagi untuk mendapatkan daging halal. Jika berkunjung ke Melbourme, Anda dapat menemukan...