Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

KH Zaini Ghani, Ulama Kharismatik dari Tanah Banjar (1)

Senin, 27 Agustus 2012, 08:10 WIB
Komentar : 1
blogspot.com
KH Zaini Ghani.
KH Zaini Ghani.

REPUBLIKA.CO.ID, Bagi orang Banjar, sosok KH Zaini bin Abdul Ghani adalah seorang ulama yang sangat dikagumi.

Betapa tidak, keturunan keenam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ini sangat karismatik dan senantiasa menjadi tumpuan masyarakat Banjar.

Tak hanya orang Banjar, masyarakat Kalimantan pun banyak yang meminta tausiah dari Guru Sekumpul ini. Kepergiannya pada Agustus 2005 silam meninggalkan rasa kehilangan yang dalam di hati umat.

Tak hanya bagi warga Martapura, tempat ia berdakwah, tapi masyarakat Banjar secara khusus dan Kalimantan pada umumnya pun merasa kehilangan. Tokoh yang selama ini menjadi panutan dan tempat meminta fatwa itu telah berpulang ke rahmatullah.

Bahkan, bila suatu hari pembaca berkunjung ke Martapura Kota Intan hampir di setiap rumah terdapat foto ulama yang berwajah teduh ini. Mereka sangat mengaguminya. Tak hanya di Martapura atau Kalimantan Selatan, warga Banjar lainnya yang tinggal di daerah lain pun begitu terkesan dengan sosok ulama ini.

Siapakah KH Zaini Abdul Ghani? Nama lengkapnya adalah Muhammad Zaini bin Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin Al-Mufti Muhammad Khalid bin Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Namun di kalangan masyarakat Banjar, ia lebih dikenal dengan panggilan Guru Sekumpul atau Guru Ijai.

Guru Sekumpul dilahirkan di Tunggul Irang, Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan pada malam Rabu, 27 Muharram 1361 H, bertepatan dengan 11 Februari 1942 M. Dia masih keturunan dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dato Kelampayan.








Reporter : Nidia Zuraya
Redaktur : Chairul Akhmad
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...