Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Masjid Agung Samarra, Ciri Khas Arsitektur Babilonia (2)

Senin, 20 Agustus 2012, 16:31 WIB
Komentar : 0
wordpress.com
 Masjid Agung Samarra, Irak.
Masjid Agung Samarra, Irak.

Menara spiral
Kalaupun ada tanda yang bisa disebut dengan masjid, mungkin hanya menaranya. Anehnya, ia bukan menara yang tampak umum dalam sebuah bangunan masjid yang bentuknya meruncing.

Sebaliknya, bentuk menara Masjid Agung Samarra ini justru berbentuk spiral, kendati semakin ke atas juga tampak meruncing.

Seperti umumnya menara, kalaupun ada cara untuk naik ke puncaknya, tangga dibangun di bagian dalam menara. Sedangkan Masjid Agung Samarra ini, tangga melingkar justru dibangun berbarengan dengan bangunan menara yang berbentuk spiral.

Dikisahkan, Khalifah Al-Mutawakkil pernah mencapai bagian atas menara ini dengan menunggang keledai putih miliknya.

Inilah keunikan dari Masjid Agung Samarra. Bentuk menara spiral ini mengingatkan kita pada menara Babel (the Tower of Babel) yang dibangun pada masa Kerajaan Babilonia yang memerintah di wilayah Mesopotamia oleh Nebuchadnezzar.

Menara berbentuk spiral ini disebut juga dengan Malwiyya. Tingginya mencapai 52 meter. Bagian dasar menara berbentuk empat persegi.

Sedangkan pada bagian atas menara terdapat sebuah paviliun yang difungsikan sebagai tempat muazin mengumandangkan suara azan. Keseluruhan dinding pada ruang tempat muazin ini terbuat dari material kayu.

Bangunan Masjid Agung Samarra berada di dalam lahan berpagar yang berukuran 374 meter kali 443 meter. Dengan luas 239 meter kali 156 meter menjadikan bangunan masjid ini sebagai yang terluas yang pernah ada dalam sejarah masjid di dunia Islam. Untuk memudahkan akses ke lokasi masjid, Pemerintah Irak membuat tiga jalan masuk seluas 52 meter.

Masjid ini mempunyai 16 pintu masuk, dengan 17 lorong yang terhubung dengan ruang shalat dan serambi masjid. Serambi masjid ini berhiaskan tiang-tiang pilar rangkap tiga. Pada waktu shalat Jumat, bagian serambi masjid biasanya juga dipergunakan untuk menampung para jamaah shalat Jumat yang tidak tertampung di dalam masjid.



Reporter : Nidia Zuraya
Redaktur : Chairul Akhmad
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ISIS Luncurkan Video Ajakan Jihad
 JAKARTA -- Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS meluncurkan video dengan maksud meminta dukungan kepada warga Indoensia. Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut,...