Rabu, 3 Syawwal 1435 / 30 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Masjid Agung Isfahan, Simbol Kecanggihan Teknologi Arsitektur Islam (3)

Sabtu, 18 Agustus 2012, 21:41 WIB
Komentar : 0
taghribnews.com
 Masjid Agung Isfahan, Iran.
Masjid Agung Isfahan, Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, Menurut kamus, kiosk bermakna pola bangunan di Iran dan Turki yang atapnya disangga banyak pilar.

Teknik ini sudah lama dipakai di kawasan Persia, bahkan penemunya pun diklaim para arsitek Persia kuno walaupun lebih berkembang di Turki pada masa Dinasti Ottoman (Turki Usmani).

Para arsitek Persia ini dianggap berhasil menemukan teknik membangun kubah bundar di atas fondasi segi empat dengan keempat lengkung diagonalnya.

Pada prinsipnya, masjid ini berlanggam sama dengan masjid-masjid yang dibangun pada masa Seljuk, yakni memiliki ruangan lebar dan tinggi dengan atap lengkung yang berfungsi sebagai pusat tempat yang dianggap suci.

Tak ketinggalan, di bawah kubah besar yang diletakkan pada arah kiblat merupakan ruangan mihrab. Kubah besar tersebut dilapisi dengan keramik ubin (glazed tile), bukan mosaik tile yang populer pada masa kejayaan Abbasiyah yang juga banyak membangun masjid-masjid besar.

Pada prinsipnya, akar teknologi antara keduanya sama, yakni menggunakan bahan pelapis dari tanah liat. Namun, pada kubah Masjid Imam dibuat model dengan hiasan dekoratif kembang. Desain glazed tile ini mulai berkembang dalam aplikasi arsitektur di Iran dan Turki pada abad ke-16 dan ke-17 M.

Kubah Masjid Imam ini oleh banyak arkeolog dan pengamat arsitektur klasik dipandang sebagai karya kubah dengan ubin berwarna (tilework) masa Safawi yang paling brilian. Penilaian itu disebabkan keindahan motif dan komposisi warnanya.

Selain itu, juga bentuk pecahan ubin yang mengikuti bentuk lengkungan pada bagian kubah dan juga pada menaranya yang berbentuk silinder.

Selain kedua unsur tadi (kubah dan menara), gerbang masuk utama masjid sebagian besar juga dilapisi oleh glazed tiles dengan pola lukisan yang tidak sederhana dengan warna yang beragam. Teknik ini pada masa itu dianggap lebih efisien daripada menggunakan mosaik tile.







Reporter : Nidia Zuraya
Redaktur : Chairul Akhmad
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Suasana Lebaran Komunitas Muslim Indonesia di AS
WASHINGTON -- Seperti tahun tahun sebelumnya setiap Idul Fitri, komunitas Muslim Indonesia mengadakan sholat Eid bersama. Bagaimana suasananya? Sumber:...