Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lima Cara Mencintai Alquran, Apa Saja?

Senin, 20 Agustus 2012, 07:04 WIB
Komentar : 2
Aditya Pradana Putra/Republika
Anak membaca Alquran
Anak membaca Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, Alquran adalah pedoman hidup yang mampu memberikan kebahagiaan bagi umat manusia. Karena itu, sudah seharusnya manusia mencintai Alquran. “Ada lima M cara mencintai Alquran, yakni membaca, memahami, menadaburi, menghafalkan, dan mengamalkan,” ungkap Ketua Lembaga Wisata Quran Nusantara, Muslimah Thamrin, dalam sebuah ajang diskusi.

Muslimah yang juga sebagai penulis buku tersebut mengungkapkan, Alquran memiliki peran penting dalam menuntun umat manusia. Mengawali kecintaan terhadap Alquran, bisa dilakukan dengan mulai membacanya. Membaca Alquran harus secara perlahan, tartil, penuh perhatian, hati penuh dengan kerinduan, lisan yang fasih, dan lantunan yang merdu. “Sebagaimana kita membaca tiap-tiap pesan cinta- Nya,” ungkap Muslimah. 

Setelah kita membaca, kita berusaha untuk memahami dan mengerti maknanya. Ibaratnya surat cinta itu berisi kerinduan yang mendalam agar kita secepatnya membalas cinta tersebut. “Semisal orang yang kita cintai membutuhkan sesuatu yang bisa kita berikan maka kita akan cepat memahaminya karena kita memang mencintainya,” tambah Muslimah. Setelah membaca dan memahami, kita harus berusaha menadaburi. 

Dengan cara merenungkannya, tambah Muslimah, kita menjadi bisa lebih memahami se cara mendalam dan bisa menggunakan akal sehat untuk bisa mengolah ayat tersebut. “Sehingga kita bisa me nemukan langkah untuk lebih jauh mengamalkannya,” tegasnya. Menurut Muslimah, para orang tua lebih resah ketika anaknya tidak bisa matematika atau bahasa Inggris ketimbang tidak tahu Alquran. 

Menghafal Alquran merupakan keistimewaan seorang hamba di hadapan Allah SWT. “Jiwa yang tidak dibacakan Alquran, ibarat kuburan, sepi, sendiri, dan kering kerontang,” tambahnya Muslimah. Setelah mampu menemukan pola bagaimana memperlakukan dan membaca Alquran, yang harus kita lakukan ialah mengamalkannya. 

Amalan yang kita lakukan, ungkap Muslimah, semata-mata karena rasa cinta kita kepada Allah SWT. “Semoga dengan demikian, kita menjadi hamba Allah yang dicintai-Nya,” ujar Muslimah.

Reporter : Anjar Fahmiarto
Redaktur : Endah Hapsari
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...