Tuesday, 2 Syawwal 1435 / 29 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Metode Seleksi Hadits Ala Imam Bukhari

Saturday, 11 August 2012, 06:06 WIB
Komentar : 1
madaniwallpaper.com
 Masjid Kalon di Bukhara.
Masjid Kalon di Bukhara.

REPUBLIKA.CO.ID,  Imam Bukhari pantas disebut sebagai ilmuwan dan ulama yang profesional. Betapa tidak. Dalam meneliti, menyeleksi, dan menetapkan hadits sahih dari ratusan ribu hadits yang dihafalnya, Imam Bukhari melakukan dengan sangat hati-hati.

Untuk mendapatkan akurasi, ia melakukan perjalanan ke negara-negara Islam dengan menemui hampir 1.000 perawi hadits. Secara sabar, ia mendengarkan para perawi itu. 

“"Saya susun kitab Al-Jami `ash Shahih ini di Masjidil Haram, Makkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah SWT, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih,” ujar Al-Finbari, salah seorang murid Imam Bukhari, mengutip pernyataan gurunya.

Di masjid bersejarah itulah, Imam Bukhari mulai menyusun buku kumpulan haditsnya yang sangat monumental. Dasar pemikiran dan bab demi bab  Sahih Al-Bukahri disusunnya secara sitematis  di Masjidil Haram. Sedangkan pembukaan serta pokok-pokok bahasannya dituliskannya di Rawdah Al-Jannah -- sebuah tempat antara makam Rasulullah dan mimbar di Masjid  Nabawi di Madinah.

Pengumpulan, seleksi dan penempatan hadits sahih dalam kitab Sahih Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun. Ia menggunakan kaidah penelitian secara ilmiah dan  modern sehingga hadits-haditsnya dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mendapatkan hadis yang benar-benar otentik,  secara serius Imam Bukhari meneliti dan menyelidiki para perawainya.

Tak cuma itu, Imam Bukhari pun melaku perbandingan hadits. Satu hadits dengan hadits lain dibandingkan. Ia lalu menguji dan mempertimbangkannya cera ilmiah untuk memutuskan mana yang paling sahih. Keontetikan hadits yang disusun Imam Bukhari sudah sangat terbukti dan teruji. 

Para ulama sepakat hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Al-Jami `ash-Shahih memiliki tingkat kesahihan yang paling utama.  Profesionalitas yang ditunjukkan Imam Bukhari dalam melacak dan meneliti kesahihan sebuah hadits tak lepas dari bimbingan para gurunya. Beberapa ulama yang berpengaruh dalam kehidupan keilmuwan  sang legendaris itu antara lain;  Dhihaak Ibnu Mukhlid;  Makkee Ibnu Ibraheem Khadhalee: Ubaidullah Ibnu Moosaa Abasa, Abdul Quddoos Ibnu Hajjaaj  dan Muhammad Ibnu Abdullaah Ansaaree.

Profesionalitas yang ditunjukkan Imam Bukhari juga menetes pada murid-muridnya. Begitu banyak muridnya yang menjadi ahli ilmu hadits yang terkenal dan terkemuka. Mereka adalah Turmudzi, Imam Muslim,  Nasa'i,  Ibrahim  Ibnu  Ishaq Al-Harawi,  Muhammad Ibnu Ahmad Ibn Dulabi dan Mansur Ibnui Muhammad Bazduri.

Karya Besar Sang Ulama

Imam Bukhari tak hanya dikenal sebagai ahli hadits. Sebagai ilmuwan yang produktif, ia juga menulis kitab tafsir, fikih, dan  sejarah.  Berikut ini adalah beberapa karya besar sang ulama setelah Sahih Al-Bukhari.
    * Tarikh al-Kabir,
    * Khalq A’fal Ebad,
    * Kitab al-Wahidan,
    * Kitab Adab al-Mufrad,
    * Kitab Adh-Dhua’fa,
    * Juz Raf-Al-Yadain,
    * Juz Al-Quraa Khalf al-Imam,
    * Jami’a Al-Kabir,
    * Tafseer Al-Kabir,
    * Kitaab Al-Ilal,
    * Kitaab Al-Manaaqib,
    * Asami As-Sahabah.

Reporter : Heri Ruslan
Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : berbagai sumber
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...