Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Asal Mula Pensyariatan Azan (1)

Friday, 10 August 2012, 22:30 WIB
Komentar : 1
Republika/Agung Supri
Seorang muazin saat mengumandangkan azan di salah satu masjid di Jakarta.
Seorang muazin saat mengumandangkan azan di salah satu masjid di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, Muhammad bin Ismail Al-Kahlani As-San'ani (w 1182 H/1768 M; ahli hadis asal Yaman) dalam kitab hadis “Subul As-Salam” mengatakan azan pertama kali disyariatkan pada tahun pertama Hijriah.

Kendati menurutnya ada beberapa hadis yang mengemukakan bahwa azan disyariatkan pertama kali dl Makkah.

Pendapat yang terkuat (sahih) adalah yang mengatakan bahwa azan pertama kali disyariatkan di Madinah pada masa awal Rasulullah SAW hijrah. Pendapat ini sesuai dengan kandungan beberapa hadis Rasulullah SAW, di antaranya adalah yang berikut:

Pada suatu kali kaum Muslimin yang baru datang ke Madinah berkumpul di masjid untuk melaksanakan shalat. Mereka membicarakan tentang tidak adanya panggilan untuk mengerjakan shalat, padahal waktu shalat telah tiba.

Sebagian dari mereka berkata, "Buatkan lonceng seperti lonceng umat Nasrani.” Yang lain berkata, "Gunakan terompet seperti terom­pet kaum Yahudi."

Mendengar pembicaraan itu. Umar bin Al-Khathab berkata, "Mengapa tidak disuruh saja seorang laki-laki memanggil jamaah untuk shalat dengan menyerukan 'telah datang waktu shalat?'"

Mendengar percakapan para sahabat tersebut akhirnya Rasulullah SAW bersabda, ”Hai Bilal (Ibnu Rabah) berdirilah, dan serulah orang untuk shalat." Maka sesuai dengan petunjuk Nabi SAW, Bilal mengucapkan: "As-shalatu jami'ah (mari shalat berjamaah)” (HR. Al-Bukhari dari Ibnu Umar).

Mendengar panggilan shalat ini, orang-orang Yahudi di Madinah memperolokkannya dan mengatakanya sebagai permainan. (QS. 5: 58). Kemudian bacaan azan diperjelas oleh Rasulullah SAW.






Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Ensiklopedi Hukum Islam
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...