Rabu , 08 Agustus 2012, 23:15 WIB

Masjid Niujie, Akulturasi Budaya Cina-Arab (5-habis)

Rep: Nidia Zuraya/ Red: Chairul Akhmad
chinahighlights.com
 Masjid Niujie di Beijing, Cina.
Masjid Niujie di Beijing, Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika Dinasti Yuan (1274-1368) berkuasa, jumlah pemeluk Islam di Cina semakin besar.

Mongol, sebagai bangsa yang berkuasa di Cina saat itu, memberi kesempatan kepada imigran Muslim untuk naik status menjadi Cina Han.

Sehingga, pengaruh umat Islam di Cina semakin kuat. Ratusan ribu imigran Muslim di wilayah barat dan Asia Tengah direkrut Dinasti Yuan untuk membantu perluasan wilayah dan pengaruh kekaisaran.

Bangsa Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab, dan Uighur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi pada awal periode Dinasti Yuan.

Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq.

Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka, termasuk Lan Yu Who.

Pada 1388, Lan memimpin pasukan Dinasti Ming, lalu menundukkan Mongolia. Tak lama setelah itu, muncul Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut Muslim andal.

Saat Dinasti Ming berkuasa, imigran dari negara-negara Muslim mulai dilarang dan dibatasi. Cina pun berubah menjadi negara yang mengisolasi diri. Muslim di Cina pun mulai menggunakan dialek bahasa Cina. Arsitektur masjid pun mulai mengikuti tradisi Cina.

Hal ini juga berdampak pada bangunan masjid yang sudah berdiri sebelumnya. Karena itu, pada era Dinasti Ming struktur bangunan Masjid Niujie sempat mengalami renovasi. Bahkan, pada era dinasti ini, penggunaan kata masjid pernah diubah menjadi kata Libaisi. Kebijakan tersebut terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Chenghua.

Pada masa Dinasti Qing, bangunan Masjid Niujie kembali mengalami perombakan pada tahun 1696. Pemerintahan yang berkuasa saat itu melakukan perluasan terhadap bangunan lama Masjid Niujie.

Begitu juga setelah era pemerintahan monarki di Cina berakhir dan berganti menjadi pemerintahan komunis, Masjid Niujie telah mengalami tiga kali renovasi, masing-masing pada tahun 1955, 1979, dan 1996.