Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Masjid Agung Roma, Perpaduan Islam Klasik dan Gotik (1)

Selasa, 31 Juli 2012, 17:58 WIB
Komentar : 0
http://beautifulmosques.com
Masjid Agung Roma, Italia.
Masjid Agung Roma, Italia.

REPUBLIKA.CO.ID, Roma adalah pusat agama Katolik di dunia. Tapi, siapa yang menyangka jika di ibukota negara Republik Italia itu juga berdiri sebuah masjid megah yang mampu menampung jamaah hingga 40 ribu orang.

Itulah Masjid Agung Roma atau yang disebut Grande Moschea. Masjid tersebut merupakan simbol toleransi beragama di Italia karena lokasinya yang berdekatan dengan Kota Vatikan dan Sinagog Yahudi.

Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 30 ribu meter persegi itu menjadi kebanggaan warga Muslim di Italia. Saat ini, warga Muslim tercatat sebagai pemeluk agama terbesar kedua di Italia.

Data statistik resmi Italia terakhir (2005) menyebutkan, jumlah Muslim yang tinggal di Italia diperkirakan antara 960 ribu hingga 1.030 juta orang. Sekitar 40 ribu hingga 60 ribu orang di antaranya merupakan warga negara Italia.

Sebelum Masjid Agung Roma berdiri, warga muslim Italia yang berasal dari Maroko, Albania, Tunisia, Senegal, Mesir, Aljazair, dan negara-negara Afrika Utara serta Timur Tengah, terbiasa melaksanakan kegiatan ibadah di dua masjid besar yang ada di Kota Catania dan Milan.

Tahun 1975, Presiden Italia kala itu, Giovanni Leone, dan Walikota Roma, Giulio Carlo Argan, menyetujui pembangunan sebuah masjid di Kota Roma dengan memberikan sumbangan tanah seluas 30 ribu meter persegi kepada Pusat Kebudayaan Islam di Italia.

Pada 11 Desember 1984, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Roma oleh Presiden Italia saat itu, Alessandro Pertini. Sementara peresmiannya, dilakukan pada 23 Muharram 1416 H atau bertepatan dengan tanggal 21 Juni 1995.

Keberadaan masjid di tengah Kota Roma itu tak lepas dari jasa almarhum Raja Faisal bin Abdul Aziz, pemimpin Arab Saudi yang meninggal pada 1975.

Menurut Raja Faisal, Kota Roma, tempat menetap sekitar 40 ribu Muslim pada 1970-an, sudah seharusnya jika memiliki sebuah masjid.



Reporter : Nidia Zuraya
Redaktur : Chairul Akhmad
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar