Jumat, 28 Muharram 1436 / 21 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lathaif Al-Mannan, Dedikasi bagi Para Wali (3)

Jumat, 20 Juli 2012, 21:12 WIB
Komentar : 1
Wordpress.com
Kitab (ilustrasi).
Kitab (ilustrasi).

Konsepsi wali dan kewalian
Menurut Ibnu Athaillah, kedudukan wali di sisi Allah jika dibandingkan dengan kalangan awam sangatlah tinggi. Posisi itu telah dipertegas oleh berbagai teks baik yang termaktub dalam Alquran ataupun hadis.

Salah satu hadis yang menguatkan tempat mulia wali di hadapan Allah ialah riwayat yang dinukil oleh Abu Hurairah. Disebutkkan di hadis itu, bahwa barangsiapa yang memusuhi wali Allah, maka ia telah menyulut perang.

Kedekatan wali dengan Allah pun dipersonifikasikan dengan pengibaratan bahwa segala pembicaraan, pendengaran dan penglihatan wali bersumber dan selalu diawasi oleh Allah.

Derajat yang diperoleh wali itu merupakan buah dari mujahadah yang mereka lakukan. Para wali mampu menaklukkan jiwa dan nafsu mereka semata-mata untuk Allah. Atas keberhasilan itu, maka Allah menjadi Penolong dan Penjaga bagi mereka.

Hal itu sebagaimana disebutkan  dalam ayat berikut, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq [65] : 3).

Al-Mursi mengatakan, keterkaitan wali dengan Allah seperti anak singa dan induknya. Singa betina akan melindungi anaknya dari berbagai hal yang membahayakan seperti ancaman dari binatang buas lainnya.

Tetapi  hukuman bagi mereka yang memusuhi para wali Allah, tidak harus datang seketika itu juga. Bisa jadi sanksi tersebut muncul di kemudian hari, tanpa ia sadari.

Ibnu Athaillah membagi konsep kewalian ke dalam dua kategori utama. Golongan wali yang pertama ialah mereka yang memberi pertolongan kepada Allah dan Rasul Nya (waliyyun yatawallah).

Kategori ini merujuk pada ayat ke-56 Surah Al-Maidah. “Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allahitulah yang pasti menang.”


Reporter : Nashih Nashrullah
Redaktur : Chairul Akhmad
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Para Pengemudi Diminta Persiapkan Diri Terkait Kenaikan Tarif Penyeberangan
JAKARTA -- Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) untuk premium dan solar juga berdampak pada lintas penyeberengan. Tarif untuk menyeberangan akan naik dengan jumlah...