Senin, 16 Juli 2012, 08:23 WIB

As-Sirah An-Nabawiyyah, Belajar dari Sirah Rasulullah (3)

Rep: Nashih Nashrullah/ Red: Chairul Akhmad
Wordpress.com
Kitab (ilustrasi).
Kitab (ilustrasi).

Keistimewaan sirah Nabi
Mengawali pembahasan karyanya, As-Siba’i menegaskan tentang sejumlah keistimewaan yang terdapat dalam sirah Rasulullah.

Sekalipun ditulis dalam kondisi terburu-buru dan suasana yang kurang mendukung akibat sakit parah, hal tersebut tidak mengurangi kualitas karya yang dipersembahkannya.

Uraian paling mendasar yang dibahas As-Siba’i tentang berbagai argumen yang menjawab pertanyaan, mengapa sirah Rasulullah pantas dikaji?

Bagi As-Siba’i, ada beberapa keistimewaan sirah Rasulullah sehingga menjadi layak dan patut dikaji. Selain memang memberikan kepuasaan secara spiritual, kajian terhadap sirah Rasulullah turut menguji kemampuan dalam melakukan olah logika serta mengandalkan validitas data sejarah.

Di antara beberapa keistimewaan yang terkandung dalam sirah Rasulullah itu, pertama, istimewa. Karena jika dibandingkan dengan riwayat nabi lainnya, validitas riwayat sirah Rasulullah paling bisa dipertanggungjawabkan.

Dengan kisah Nabi Musa, misalnya, sedikit data autentik yang menguatkan berbagai riwayat perihal kisah perjalanannya. Bahkan, banyak terdapat riwayat hipokrit yang disisipkan oleh kaum Yahudi. Tidak hanya soal otentitas datanya yang dipertanyakan, tetapi kredibilitas para penulis sejarah juga masih dipersoalkan.

Hal yang sama menimpa pula kisah Nabi Isa AS. Polemik tentang keabsahan Injil dengan ratusan versi, setidaknya masih menyisakan berbagai pertanyaan.

Ragam pertanyaan tersebut banyak yang belum bisa terpecahkan hingga detik ini. Bandingkan dengan sirah Rasulullah. Bukti sejarah yang kuat dan otentik dipaparkan dengan baik melalui Alquran, hadis, dan bahkan rententan syair Arab kontemporer semasa risalah.

Kedua, rangkaian riwayat hidup Rasulullah bisa diketahui secara pasti. Sejak kedua orang tuanya, Abdullah dan Aminah, menikah sampai Rasulullah wafat. Tiap penggal perjalanan Nabi SAW terekam dengan jelas, mulai dari masa kelahiran, usia muda, hingga diutus menjadi seorang nabi dan rasul.