Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Peristiwa Renovasi Makam Nabi Muhammad

Sabtu, 07 Juli 2012, 12:31 WIB
Komentar : 0
zaameedhearts.blogspot.com
Makam Nabi Muhammad
Makam Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, Orang yang pertama melakukan renovasi terhadap rumah yang telah dibangun oleh Nabi Muhammad ialah Umar bin Khathab RA. Dia menggantikan pelepah-pelepah tamar dengan dinding batu.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa dinding yang telah dibangun oleh Umar RA, rendah lalu ditinggikan oleh Abdullah bin Zubair RA. Aisyah RA kemudian membangun satu dinding yang membagi rumah itu menjadi dua bagian.

Bagian itu yakni, satu bagian khusus yang menaungi makam-makam tersebut. Sementara satu bagian lagi dijadikan sebagai tempat kediamannya.

Ketika di rumah itu hanya ada makam Nabi Muhammad dan Abu Baka, Aisyah selalu menziarahinya tanpa memakai hijab/penutup. Tetapi setelah Umar dikebumikan di sana, Aisyah mulai memakai hijab ketika menziarahinya, karena rasa malu kepada Umar yang bukan mahramnya.

Satu tembok dibuat atas anjuran Aisyah untuk melindungi makam-makam itu dari perbuatan khurafat orang. Karena banyak orang yang mulai mengambil debu dan tanah dari tanah pemakaman itu untuk mencari berkah.

Dalam proses perluasan masjid, semua rumah istri-istri Rasulullah SAW dan makam-makam tersebut dimasukkan ke dalam masjid. Umar bin Abdul Aziz membangun dinding makam dengan menggunakan batu pejal sewarna dengan batu pejal di Ka'bah.

Bangunan itu dibangun betul-betul di tempat asalnya sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW Tinggi dinding itu sekitar 6.75 meter.

Umar bin Abdul Aziz telah berijtihad agar dinding makam tersebut dibangun dalam bentuk lima segi dan terletak di bagian selatan. Keputusan itu diambil agar tidak menyerupai Ka'bah ketika mengerjakan shalat dibelakangnya.

Ini juga sesuai dengan larangan shalat di makam sebagai­mana sabda  Nabi Muhammad, "Janganlah kamu semua duduk di atas makam-makam dan jangan shalat dengan menghadap arahnya."

Rasulullah SAW juga berdoa, " Ya Allah! janganlah Engkau jadikan makamku sebagai berhala yang disembah."

Reporter : Hannan Putra
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Rahasia dan Keutamaan Kota Makkah, Oleh Atiq bin Ghaits Al-Biladi
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Fitur Kamera Jadi Pertimbangan Memilih Ponsel Pintar
AKARTA-- Fitur kamera yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan seseorang memilih ponsel pintar. Untuk itu, Acer Liquid E3 menjadikan kamera sebagai salah satu...