Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Baghdad, Pusat Peradaban nan Memikat (2)

Jumat, 29 Juni 2012, 23:33 WIB
Komentar : 2
bbc.co.uk
Kota Baghdad pada masa Abbasiyah berbentuk bundar.
Kota Baghdad pada masa Abbasiyah berbentuk bundar.

REPUBLIKA.CO.ID, Uniknya, tata kota Baghdad dirancang berbentuk bundar. Sehingga, Baghdad pun dijuluki sebagai Kota Bundar. Bak sebuah benteng pertahanan, sekiling Baghdad dipagari tembok sebanyak dua lapis tembok yang besar dan tingginya mencapai 90 kaki.

Di luar tembok dibangun parit. Seakan terinspirasi dengan Perang Khandaq pada zaman Rasulullah SAW, parit itu digunakan sebagai saluran air dan benteng pertahanan.

Selain itu, di tengah kota bertengger Istana Khalifah nan megah bernama Al-Qasr Az-Zahabi (Istana Emas). Keindahan dan kemegahannya menunjukkan kehebatan Dinasti Abbasiyah. Untuk mempertegas keislaman, di samping istana berdiri Masjid Jami Al-Mansur seluas 100 x 100 meter. Kubahnya menjulang tinggi ke langit setinggi 130 kaki.

Kota Baghdad juga dilengkapi bangunan pengawal istana, polisi, tempat tinggal khalifah, pasar dan tempat belanja. Untuk menuju pusat kota Baghdad, para pengunjung bisa melalui empat gerbang.

Di sebelah Barat Daya ada gerbang Kufah, di arah Barat Laut terdapat Gerbang Syam, di Tenggara disediakan gerbang Basrah dan gerbang Khurasan terletak di arah timur laut.

Di setiap pintu gerbang terdapat menara pengawas dan tempat beristirahat yang dihiasi ukiran-ukiran nan indah. Sebelum tutup usia, Al-Mansur juga sempat membangun istana Ar-Rufasah. Sebagai pendiri Baghdad, Khalifah menyebut kota itu sebagai Madinah As-Salam (Kota Perdamaian).

Selepas wafatnya, Al-Mansur, Khalifah penggantinya juga terus melakukan pembangunan. Baghdad pun kian elok dipandang. Sarana ibadah, pendidikan, penelitian, kesehatan, perdagangan dan bisnis pun bermunculan. Maka tak heran, jika pada 800 M, Baghdad telah menjelma menjadi pusat peradaban, pendidikan, ilmu pengetahuan, perdagangan, ekonomi dan politik.

Baghdad mencapai puncak kejayaannya pada era pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-809 M) dan Khalifah Al-Ma'mun (813-833 M). Baghdad begitu termasyhur, karena kejayaan perdagangan dan kebudayaan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan berkembang begitu pesat. Baghdad pun begitu semarak dengan aktivitas keilmuan, bisnis dan pusat kekuasaan.




Reporter : Heri Ruslan
Redaktur : Chairul Akhmad
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Partai Perdana Skuat Garuda Raih Poin, Ini Gol yang Tercipta
JAKARTA -- Meski sempat tertinggal dua kali dari tuan rumah Vietnam, skuat Indonesia berhasil memaksa tuan rumah berbagi skor 2-2 dalam laga perdana....