Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jamaah Tabligh: Berdakwah dengan Khuruj

Sabtu, 23 Juni 2012, 07:31 WIB
Komentar : 12
Antara
Jamaah Tabligh/Ilustrasi
Jamaah Tabligh/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Metode dakwah Islam yang dilakukan Jamaah Tabligh dikenal dengan istilah khuruj. Menurut Jamaah Tablig, khuruj adalah metode dakwah yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.

Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah. Biasanya dilakukan dari rumah ke rumah dan dari masjid ke masjid dengan berjalan kaki dan dipimpin oleh seorang Amir (pimpinan halaqah). Orang yang khuruj tidak boleh meninggalkan masjid,  tanpa seizin Amir khuruj.

Berdakwah dengan cara khuruj  bisa dilakukan minimal selama empat bulan dalam seumur hidup ataupun 40 hari setiap tahun. Namun, bagi para anggota yang terikat dengan jam kantor, khuruj  cukup dilakukan selama tiga hari setiap bulannya.

Khuruj yang dilakukan oleh para pegawai kantoran itu biasanya dimulai pada Jumat sore dan berakhir hingga Senin pagi sebelum masuk waktu jam kerja. Dengan cara seperti itu pekerjaan mereka di kantor tidak akan terganggu.

Dalam menjalankan khuruj mereka tidak jarang ke luar kota, bahkan sampai ke luar negeri. Bagi mereka yang mampu, diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat gerakan Jamaah Tabligh yakni, India-Pakistan-Bangladesh.  Sehingga, mereka bisa melihat suasana keagamaan yang kuat dan diharapkan akan mempertebal keimanan mereka.

Sewaktu khuruj, para jamaah mengisi waktunya dengan taklim (membaca hadis atau kisah sahabat, biasanya dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria), mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah, bayan, mudzakarah (menghafal) enam sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur di masjid.

Selain itu mereka juga mengadakan malam Ijtima (berkumpul). Malam Ijtima ini biasanya hanya diadakan di markas-markas regional/daerah. Malam Ijtima diisi dengan bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj di tempat itu. Sekali dalam setahun,  digelar Ijtima umum di markas nasional pusat, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu umat Muslim dari seluruh pelosok daerah.

Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  hilal syahbani Minggu, 25 November 2012, 10:20
aku rindu ya ALLAH,lindungilah saudara-saudaraku ini ALLAH
  iwan setiawan Rabu, 3 Oktober 2012, 16:45
Keharusan khuruj itu didasarkan pada satu hadits Nabi yang berbunyi "apabila ummatku di akhir zaman mengorbankan 1/10 waktunya di jalan Allah, akan diselamatkan." Maka setiap hari mereka juga harus menyisakan 2,5 jam waktu mereka untuk berdakwah. Bagaimana dengan kita?
  Anggi Sabtu, 14 Juli 2012, 00:24
Yang dicontohkan RasulluLlah Saw adalah menyuruh sahabat pergi dakwah tanpa menentukan batas waktu (banyak sahabat yang kuburannya di luar jazirah arab)?Berarti sahabat juga salah?
  Anggi Sabtu, 14 Juli 2012, 00:19
Yang diajarkan RasuluLlah Saw adalah dakwah seumur hidup sanggup?
  sse Selasa, 26 Juni 2012, 13:36
Untuk Abu Zundal: Anda sudah klarifikasi? kalau belum bisa jadi anda fitnah.....klarifikasi hujjahnya jamaah ini? salam cinta...... kita semua bersaudara

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...