Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bi At-Ta'bir Ar-Ru'ya, Arti Sebuah Mimpi (3)

Wednesday, 13 June 2012, 22:52 WIB
Komentar : 1
Wordpress.com
Kitab (ilustrasi).
Kitab (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Bagaimana bila seseorang bermimpi melihat Ka’bah? Dalam buku ini dijelaskan, bermimpi melihat Ka’bah ada beberapa kondisi.

Di antaranya, ketika melihat Ka’bah, bangunan fisiknya berubah baik berkurang atau bertambah maka ada kaitannya dengan pemimpin umat Islam.

Seperti apakah pengejewantahan dalam faktanya? Semua itu ditentukan dengan kondisi Ka’bah yang dilihat. Artinya, keadaan pemimpin tersebut akan baik bila Ka’bah tetap bagus.

Begitu juga sebaliknya, tokoh umat yang diidolakan pada kondisi kurang laik jika Ka’bah yang ia temui di mimpi, kondisinya tak utuh. Sedangkan bila ia melihat Ka’bah lalu melaksanakan manasik misalnya thawaf, berarti kualitas spiritual dan keagamaannya akan meningkat.

Ibnu Sirin juga memaparkan arti dari alam semesta dan fenomena-fenomena yang terjadi sehari-hari di mimpi. Hujan, misalnya diartikan dengan pertolongan dan rahmat. Mendung tebal yang menyelimuti daerah tertentu diartikan turunnya bencana di kawasan tersebut.

Lain halnya, bila langit cerah dan tidak ada mendung sama sekali, bisa diartikan dengan munculnya kebijaksanaan, ilmu, dan rahmat, tak lain ialah agama Islam. Apalagi sampai bermimpi mengumpulkan awan cerah yang tercecer di langit. Ini pertanda bagus, akan datang padanya perkara yang agung.

Ibnu Sirin juga membahas takwil seputar kematian yang terlintas dalam mimpi. Mimpi meninggal bisa diartikan kerusakan dalam agama seseorang sekalipun ada kemuliaan di dunia. Ini bisa terjadi bila kematiannya itu disertai dengan tangisan dan rintihan serta ditandu di atas pundak laki-laki dan belum dikubur.

Bila sudah dikubur, maknanya berbeda lagi. Kematian dalam mimpi setelah dikubur dengan kondisi yang sama dengan opsi di atas, tak lagi tersisa sisi kebaikan dalam agamanya. Setan dan nafsu duniawi telah menguasainya. Ia pun akan menjadi pengikut setia makhluk yang dilaknat Allah tersebut.

Sedangkan bila meninggal begitu saja tanpa ada pemandangan kematian apa pun seperti disebutkan tadi, hal ini merupakan pertanda kerusakan bangunan fisik rumah seseorang. Bisa berupa dinding keropos ataupun atap runtuh.


Reporter : Nashih Nashrullah
Redaktur : Chairul Akhmad
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...