Thursday, 6 Muharram 1436 / 30 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Subhanallah, Ini Mukjizat Pergantian Musim

Friday, 08 June 2012, 07:27 WIB
Komentar : 2
harunyahya.com
Empat Musim (ilustrasi)
Empat Musim (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Perubahan musim yang terjadi di dunia ini merupakan fakta bahwa bumi tidak berputar terhadap porosnya pada kecepatan yang sama dengan kecepatan yang diperlukan bumi untuk berevolusi terhadap matahari.

''Ini, tentu saja, merupakan perwujudan dari keteraturan yang sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT,'' ujar Harun Yahya.  Apabila Allah SWT berkehendak, kata dia, musim dingin dapat saja berlangsung selama 365 hari dalam setahun, namun dalam kondisi seperti itu, kita tidak akan menemukan bentuk kehidupan yang lain.

Dengan menciptakan empat musim, Allah SWT menganugerahkan kepada umat manusia berbagai macam bentuk keberkahan dari-Nya.

Allah SWT telah menciptakan musim sepanjang sejarah manusia, sejak dahulu hingga sekarang.

Dan hingga saat ini Allah SWT masih terus menciptakannya. Semua orang mengharapkan musim panas setelah musim semi, dan tak seorangpun ragu atas hal tersebut, dan sudah sepatutnya datang musim panas setelah musim semi.

Namun, jika Allah SWT berkehendak lain, mungkin saja tidak pernah ada musim panas di bumi. Fakta tersebut, menurut Harun Yahya, dimaksudkan agar orang-orang yang hidup berdasarkan Alquran harus mencerminkan rasa syukur yang mendalam atas keberkahan yang telah Allah SWT anugerahkan tersebut.

''Setiap musim memiliki banyak keberkahannya sendiri-sendiri,'' ujar cendekiawan Muslim pemilik nama asli Adnan Oktar itu.

Keberkahan musim panas adalah bunga yang bermekaran, buah-buahan dengan warna yang segar dan menggiurkan, kehangatan sinar matahari serta keindahan laut.

Allah SWT menganugerahkan rahmat-Nya kepada kita dengan menjamin keberlangsungan keberkahan yang

Allah SWT anugerahkan tersebut. Dalam salah satu ayat Alquran, Allah berfirman:
 “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.” (Al Baqarah (2) : 164)

 

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : harunyahya.com
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Makna Sumpah Pemuda, Erick Yusuf: Ayo 'Action'
JAKARTA -- Tanggal 28 Oktober diperangati sebagai hari sumpah pemuda. Memaknai itu, Ustaz Erick Yusuf menilai pemuda Indonesia harus terus semangat dan bersatu. Erick...