Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hujjatul Islam: A Hassan, Mengobarkan Semangat Keislaman di Era Kolonial (4-habis)

Selasa, 22 Mei 2012, 21:51 WIB
Komentar : 0
Wordpress.com
A Hassan
A Hassan

REPUBLIKA.CO.ID, A Hassan juga menulis buku yang berbicara soal kristologi, diantaranya Ketuhanan Yesus, Dosa-Dosa Yesus, Bibel Lawan Bibel, Benarkah Isa Disalib?, dan Isa dan Agamanya.

Dalam bidang akidah, tercatat sebagian karyanya, yaitu Pemikiran Islam dan Umum: Islam dan Kebangsaan, Pemerintahan Cara Islam, Adakah Tuhan?, Membudakkan Pengertian Islam, What is Islam?, ABC Politik, dan Merebut Kekuasaan.

Dalam bidang sejarah diantaranya Al-Mukhtar dan Sejarah Isra’ Mikraj. Tak hanya tulisan yang serius, A Hassan juga pernah menulis cerita humor yang berjudul Tertawa yang diterbitkan dalam empat jilid.

A Hassan dikenal sangat keras menentang ajaran Ahmadiyah. Sebagai ahli debat, Hassan melakukan perdebatan dengan tokoh Ahmadiyah Indonesia, Abu bakar Ayyub.

Pergaulannya yang sangat luas membuatnya berteman dekat dengan Presiden RI pertama, Soekarno. Saat diasingkan di Ende, Soekarno beberapa kali bersurat kepada Hassan pada periode 1934-1936.

Sebagai sahabat dan juga guru dalam mempelajari Islam, karya Hassan dikagumi oleh Soekarno. Di mata Soekarno, Hassan memiliki cara pandang berbeda melihat ajaran Islam.

Tak jarang, Soekarno berbagi pemikiran tentang taklid, takhayul, dan kejumudan umat Islam dengan Hassan. Sang Presiden juga menunjukkan ketertarikan yang sangat besar pada sa lah satu karya A Has san yang ber judul Utusan Wahabi.

Meski bersahabat dengan Soekarno, Hassan tak segan mengkritik pemikiran Soekarno yang menerima paham sekularisme dan mengidolakan toko sekuler asal Turki, Mustafa Kemal Attaturk.

Bagi Hassan, agama tidak bisa dipisahkan dari urusan negara. Paham nasionalis sekuler masa itu dikritik Hassan melalui karyanya bertajuk Islam dan Kebangsaan.

Tokoh pembaruan Islam yang sangat kritis ini wafat di Surabaya pada 10 November 1958 dalam usia 70 tahun. Meski sudah lama berpulang, karya-karyanya masih dikenal dan dibaca banyak orang hingga kini.
 

Reporter : Prima Restri Ludfiani
Redaktur : Chairul Akhmad
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Fitur Kamera Jadi Pertimbangan Memilih Ponsel Pintar
AKARTA-- Fitur kamera yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan seseorang memilih ponsel pintar. Untuk itu, Acer Liquid E3 menjadikan kamera sebagai salah satu...