Saturday, 28 Safar 1436 / 20 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tak Pernah Menyerah Berdoa

Thursday, 08 March 2012, 11:49 WIB
Komentar : 0
apriliaayu.staff.mipa.uns.ac.id
Sampul depan buku Kisah Pencinta Doa
Sampul depan buku Kisah Pencinta Doa

REPUBLIKA.CO.ID, Allah SWT menegaskan dalam Alquran, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doamu.”

Dalam ayat yang lain lain Allah SWT mengemukakan, “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah Aku ini dekat, Aku mengabulkan doa apabila mereka berdoa kepada-Ku...”

Namun, banyak orang yang malas berdoa. Atau, kalaupun berdoa, dia sering tidak yakin. Apalagi bila ternyata setelah dia berdoa, apa yang dia minta tidak langsung Allah kabulkan, atau Allah memberikan yang lain, bukan seperti yang dia minta.

Buku yang ditulis berdasarkan kisah nyata ini mengajarkan kepada kita agar tidak pernah lelah berdoa. Setelah melalui perjuangan berliku dan tidak pernah menyerah berdoa, mereka akhirnya sampai pada kesadaran bahwa Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Buku refleksi personal penulisnya atas berbagai persoalan hidup dengan mengutamakan kekuatan doa ini memaparkan, ketika kita mohon kepada Tuhan kekuatan, Dia memberi kita kesulitan agar kita menjadi kuat; ketika kita minta pada Tuhan kebijaksanaan, Dia dia memberi kita masalah untuk dipecahkan; ketika kita memohon pada Tuhan kesejahteraan, Dia memberi kita akal untuk berpikir; ketika kita minta kepada Tuhan keberanian, Dia memberi kita kondisi bahasa untuk kita atasi; ketika kita minta pada Tuhan sebuah cinta, Dia memberi kita orang-orang bermasalah untuk kita tolong; ketika kita minta pada Tuhan bantuan, Dia memberi kita kesempatan.

Ditulis dengan bahasa sehari-hari, bahkan bahasa gaul, sekaligus disisipi kutipan-kutipan cerdas dari penulis terkenal, petikan ayat-ayat Alquran dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, membuat buku ini sangat inspiring.

Lihat saja judul bab-babnya yang menggelitik: Prolog: Tuhan Capek Dehhhh!; Bab 1 (Doyan Susah); Bab 2 (Apa ini apa itu); Bab 3 (Belajar dari Siti Hajar); Bab 4 (Telunjuk wasiat); Bab 5 (Arti persahabatan); Bab 6 (Peluang itu datang lagi); dan ditutup dengan Epilog (Meneladani para kekasih Tuhan si Pecinta Doa). Salah satu inti buku ini adalah sebuah pelajaran berharga, bahwa “Tuhan memang tidak pernah kehabisan akal untuk memperlihatkan kebesaran-Nya.” (hlm 26)

Buku ini sangat perlu dibaca oleh siapa saja yang ingin meraih hidup dan menikmati hidup lebih baik. Seperti testimony Ratna Megawangi PhD, founder  Indonesia Heritage Foundation, “Buku yang pantas dibaca siapa saja yang ingin menjadikan dirinya lebih baik dari waktu ke waktu dengan kekuatan doa.”

Judul buku      : Kisah Pencinta Doa
Penulis            : Chichi Sukardjo
Penerbit         : Mybook Al-Mawardi
Cetakan         : I, Juli 2011
Tebal               : 182 hlm


Reporter : Irwan Kelana
Redaktur : Chairul Akhmad
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...