
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel
Akhir-akhir ini, para ilmuwan baru berbicara tentang otak yang berada dalam jantung (hati) yang terdiri dari 40.000 neuron, yaitu yang kita sebut "akal" yang terdapat di pusat jantung.
Akal inilah yang bertugas memandu otak untuk melaksanakan fungsinya. Oleh karena itu, Allah menjadikan jantung sebagai sarana untuk memahami firman-Nya.
"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada." (QS. Al-Hajj: 46).
Ayat ini menegaskan bahwa jantung (hati) itu berpikir dan sadar. Anehnya, sebagian ilmuwan akhir-akhir ini baru menemukan hubungan antara hubungan hati dengan kesadaran dan berpikir. Maha Suci Allah.
Perlu pembahasan yang rinci,
BalasKurang mendalam penjelasannya, mestinya didetilkan supaya bisa jadi bahan pelajaran. Sayang kalo hanya mengejar tayang di web...
Balassepertinya nggak nyambung nih, hati ya hati (liver), jantung ya jantung (heart), sangat beda struktur dan fungsinya. akal nggak ada di jantung atau hati, adanya di otak (brain). Tolong jangan sepotong-sepotong kalau ingin menjelaskan masalah yg secara ilmu biologi sudah cukup maju perkembangannya.
BalasNah, sementara pengertian dalam bahasa Indonesia, JANTUNG dan HATI itu sangat BEDA.
Balasdan membaca komentar dari sdr. Abbaz pun, dalam bahasa Arab , Jantung dan Hati itu berBeda kosa katanya.
Lalu bagaimana ??
ada sebuah hadist "dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika ia baik maka baik juga amal perbuatannya dan jika ia buruk maka buruk juga amal perbuatannya, daging itu adalah 'Qolb'..." ~ qolb di hadist ini berukuran segumpal sebanding dengan ukuran 'jantung' yaitu seukuran tangan mengepal
Balas