Thursday, 4 Syawwal 1435 / 31 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mukjizat Alquran: Kebun-Kebun nan Indah

Tuesday, 24 January 2012, 05:05 WIB
Komentar : 0
thegrowspot.com
 Kebun nan hijau (ilustrasi).
Kebun nan hijau (ilustrasi).

Oleh: Abduldaem Al-Kaheel

Cara paling mutakhir untuk mengobati depresi adalah melalui terapi penglihatan dan perenungan terhadap warna hijau alam sekitar.

Para ilmuwan mengatakan bahwa memandang taman-taman yang hijau akan menimbulkan rasa suka cita dalam jiwa.

Melakukan meditasi selama satu jam setiap hari yang dilakukan di antara pepohonan dan bunga-bunga yang berwarna cerah adalah cara efektif untuk mengobati depresi, frustasi dan banyak kasus-kasus yang berkaitan dengan kejiwaan yang tidak terselesaikan.

Ini berarti bahwa ilmu pengetahuan sekarang ini telah mengkaitkan antara suka cita dalam jiwa dengan menikmati keindahan alam. Bukankah hal ini adalah yang telah diisyaratkan dalam Alquran, "... Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)."  (QS. Al-Naml: 60).

Perhatikan kaitan kata hada'iq (kebun-kebun) dan bahjah (indah, gembira, suka cita)! Bukankah ini menunjukkan bahwa Alquran telah mengisyaratkan terapi alternatif untuk mengatasi penyakit-penyakit kejiwaan?




Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : www.kaheel7.com
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Awas.. Ada Pocong di Monas
 JAKARTA -- Buat Anda yang ingin berkunjung ke Monas berhati-hatilah. Karena akan ada pocong yang mengahampiri Anda. Upss, tapi pocong ini bukan pocong beneran...