Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Melacak Jejak Al-Habasyah: Negeri Tujuan Hijrah Pertama (Bag 2)

Senin, 09 Januari 2012, 17:35 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, Mereka disambut dengan penuh keramahan dan persahabatan. Inilah kali pertama ajaran Islam tiba di Afrika. Raja Ethopia lalu menempatkan mereka di Negash yang terletak di sebelah utara Provinsi Tigray. Wilayah itu lalu menjadi pusat penyebaran Islam di Ethiopia yang masuk dalam bagian Afrika Timur.

Setelah tiga bulan menetap di Habasyah dan mendapat perlindungan, para sahabat mendapat kabar bahwa masyarakat Makkah telah memeluk Islam. Maka  pulanglah beberapa sahabat di antaranya Utsman bin Mazh’un ke kampung halamannya, Makkah. Kabar yang mereka terima ternyata hanya berita bohhong.

Situasi keamanan Makkah ternyata belum aman, maka kembalilah mereka ke Habasyah bersama rombongan yang lain. ‘’Ini merupakan Hijrah yang kedua,’’ papar Dr Akram. Menurut Ibnu Ishaq, jumlah umat Islam yang hijrah untuk kedua kalinya mencapai 80 orang.

Namun, Ibnu Jarir menyebut jumlah sahabat yang hijrah ke Habsyah pada tahap dua mencapai 82 orang, semua laki-laki, tak ada wanita dan anak-anak. Versi lainnya, menurut DR Akram, jumlah sahabat yang menyelamatkan akidahnya ke Habsyah pada periode kedua itu diantaranya  terdapat 18 orang sahabat wanita. 

Mengetahui hal itu, kafir Quraisy lalu mengirimkan utusannya, Amr bin Ash dan Imarah bin Walid menghadap Raja Habasyah. Keduanya meminta agar Raja Najasyi mengusir umat Islam dari tanah hitam itu.

Permintaan orang kafir Quraisy itu ditolak raja Najasyi dan para sahabat tetap tinggal di negeri itu hingga Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Tak semua sahabat kembali berkumpul dengan Rasulullah SAW, sebagian di antara mereka memutuskan untuk menetap di Ethiopia. Mereka lalu menyebarkan agama Islam di wilayah Timur benua Hitam itu.

Perlahan namun pasti agama Islam pun mulai berkembang di Ethiopia. Pada mulanya, Islam berkembang di wilayah pesisir selatan Afrika, khususnya dari Somalia. Setelah itu banyak penduduk Ethiopia yang memutuskan untuk memeluk agama Islam. Berkembang pesatnya agama Islam di Ethiopia tak berjalan mulus dan mendapatkan perlawanan dari Umat Nasrani yang berada di wilayah utara Ethiopia seperti Amhara, Tigray, serta Oromo.

Meskipun orang-orang Oromo sehari-hari mempraktikan tradisi Waaqa yang dipengaruhi budaya Islam, kenyataannya mereka tak suka Islam berkembang di Ethiopia. Sejarawan Ulrich Braukamper berkomentar, ‘’Ekspansi yang dilakukan orang non-Muslim Oromo yang dilakukan selama berabad-abad di wilayah selatan Ethiopia bertujuan untuk menghapuskan Islam dari kawasan itu.” Namun, upaya itu tak pernah berhasil.

Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar