Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Agar Hujan tak Berbuah Petaka

Senin, 02 Januari 2012, 15:18 WIB
Komentar : 0
Antara/Paramayuda
Januari 2012 puncak musim hujan 2011/2012 (ilustrasi)
Januari 2012 puncak musim hujan 2011/2012 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan 2011/2012 akan terjadi pada Januari hingga Februari 2012. Sejatinya,  hujan merupakan berkah yang  diciptakan Allah SWT bagi seluruh umat manusia dan penghuni alam raya.


Dalam Alquran surah al-An'aam ayat 99 Allah SWT berfirman, '''Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa...''


Hujan yang seharusnya menjadi berkah, bisa berubah menjadi petaka, manakala lingkungan hidup  di sekitar kita tak siap menyambut datangnya hujan.  Lingkungan yang kotor dan rusak akibat perbuatan tangan-tangan manusia merupakan penyebab utama berubahnya berkah dari langit itu menjadi bencana banjir dan tanah longsor.  


Padahal, ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk melestarikan dan memelihara lingkungan hidup. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia tak hanya memiliki kewajiban untuk beribadah kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama.  Umat Islam pun harus berbuat baik kepada lingkungan hidup. ‘’Dan Inilah yang seringkali dilupakan,'' ujar Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Shalahuddin Wahid.


Setiap umat Islam memiliki tugas untuk memelihara, menjaga pelestarian alam dan lingkungan hidup.  Dalam surah al-A'raf ayat 56  Allah SWT berfiman, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”


Akibat kurang ramahnya manusia terhadap lingkungan hidup, setiap kali musim hujan tiba, bencana pun melanda di mana-mana. Semua itu terjadi lantaran pohon-pohon hijau di hutan dan bukit yang menjaga keseimbangan lingkungan hidup  ditebangi dan  digunduli dengan membabi buta.  Selain itu, sungai-sungai yang mengalirkan air, sumber kehidupan, dikotori dengan sampah dan limbah.


Sesungguhnya bencana alam yang terjadi di muka bumi ini merupakan akibat kesalahan manusia.  Dalam Alquran surat ar-Ruum ayat 41 Allah SWT berfirman, ''Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).''

Redaktur : Heri Ruslan
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengamat AS: Jokowi Perlu Bentuk Pemerintahan yang Profesional
Hiruk pikuk transisi demokrasi telah usai, kini pasangan Jokowi-JK resmi menjadi pemimpin negara dan mengemban amanah rakyat. Namun menurut sejumlah pengamat, Presiden Jokowi...