Sunnah dan Sains: Keseimbangan Tubuh

Selasa, 23 Agustus 2011, 10:56 WIB
pegahoul.deviantart.com
Sunnah dan Sains: Keseimbangan Tubuh
Tubuh manusia (ilustrasi)

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Rasulullah SAW telah menegaskan dalam sabda-sabdanya tentang masalah keseimbangan biologi terhadap tubuh yaitu melalui tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Karena manusia harus menyeimbangkan porsi makan, minum dan oksigen (napas).

Karena yang demikian itu merupakan prasarat memperoleh keseimbangan biologis untuk menjaga vitalitas dan sinergi tubuh, maka makanan adalah keharusan agar tersedot oleh sel-sel tubuh untuk dilakukan proses asimilasi. Agar proses asimilasi ini berjalan optimal dibutuhkan air, karena proses asimilasi ini (merubah komposisi makanan yang menyatu kepada komposisi makanan yang terpecah-pecah) tidak akan sempurna kecuali berada di tengah-tengah cairan.

Kemudian akhir proses assimilasi akan terkemas dalam bentuk energi. Dan hal ini tidak akan terjadi kecuali jika berada dalam oksigen yang digunakan oleh sel-sel dalam proses oksidasi makanan untuk memperoleh energi yang cukup untuk mempertahankan vitalitas hidup. Jadi, keberadaan makanan, air dan oksigen sangat urgen untuk vitalitas hidup manusia, serta mesti adanya pendistribusian yang teratur terhadap ketiga komponen ini.

Dan perlu dijelaskan bahwa penambahan porsi makan menyebabkan pertambahan berat tubuh, yang akan memudahkan terjangkit penyakit rasa nyeri dipersendian dan penyakit perut.

Secara teori agar manusia terhindar dari rasa nyeri di persendian seyognyalah ia menurunkan berat badan dari ukuran tinggi badan kira-kira 100, atau dalam teori matematika jika kita rumuskan tinggi badan itu dengan 100 + N cm, maka tinggi badan ini harus seimbang dengan N kg.

Maka jika berat badan melebihi dari N kg, maka manusia akan mudah terhinggap rasa nyeri di persendian. Artinya, jika tingga badan manusia mencapai 180 cm (100 + 80 cm), maka idealnya berat badan harus mencapai 80 kg. Jika berat badan melebihi 80 kg maka persendian akan mudah terserang penyakit.

Jadi mesti adanya aturan distribusi dan asimilasi makanan, minuman dan oksigen. Dan inilah yang ditegaskan oleh ilmu pengetahuan modern dengan peralatan yang canggih dan teliti, serta setelah kemajuan ilmu sel, biokimia dan lain sebagainya dari ilmu-ilmu biologi dan biokimia.

Dan segala sesuatu yang telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern sesuai dengan sabda Rasulullah SAW sejak 14 abad yang lalu. "Dan hendaklah anak cucu Adam tidak memenuhi perutnya dengan kejelekan, maka jika tidak mampu untuk berbuat maka 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman dan 1/3 untuk napas." (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim)

Beliau bersabda, "Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali jika terasa lapar dan jika kami makan maka kami tidak kenyang."

Sabda ini beliau lontarkan sejak 14 abad silam, sedangkan beliau seorang yang ummi, tidak mampu membaca dan menulis. Dan tak seorang pun pada masa itu yang mengetahui tentang ilmu sel, biokimia atau asimilasi makanan!

Itu adalah perkataan yang terlontar dengan kebenaran pengucap, dan beliau benar-benar utusan Allah SWT.



Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah
Abu Hurairah r.a. berkata, "Saya mendengar Nabi bersabda, 'Barangsiapa yang haji (ke Baitullah ) karena Allah, ia tidak berkata porno dan tidak fasik (melanggar batas-batas syara'), maka ia pulang seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya.'"(HR Bukhari)
abdul ghofar, Senin, 5 Desember 2011, 12:46

Kita ini sering makan karena nafsu bukan karena kebutuhan,

Balas
alil, Rabu, 9 November 2011, 12:33

Ilmu pengetahuan akan membuktikan kebenaran Al qur'an dan sunnah rasul

Balas
hae_sujaya, Selasa, 11 Oktober 2011, 08:51

tiada ucapan yang keluar dari rosul Muhammad kecuali Wahyu Alloh

Balas
Syamsurizal Hasan, Selasa, 23 Agustus 2011, 11:37

Dasar2 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dimiliki Nabi Muhammad SAW bukan hasil kerja penelitian di masyarakat atau pun Laboratorium, tapi langsung dari Allah SWT tanpa perantara.

1 Balasan
wido, Kamis, 25 Agustus 2011, 13:13

setuju

Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...