Saturday, 8 Jumadil Akhir 1439 / 24 February 2018

Saturday, 8 Jumadil Akhir 1439 / 24 February 2018

Mengapa Internet Mesti Diharap Sebagai Lahan Dakwah?

Selasa 13 February 2018 21:39 WIB

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko

Sosial Media

Sosial Media

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Internet kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Internet kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sebuah data menyebut, tak kurang dari 2,4 miliar pengguna layanan dunia maya tersebut di seluruh dunia. Internet memang telah memanjakan umat manusia. Lautan informasi dan kemudahan berkomunikasi dapat diperoleh dengan mudah di sana.

Tengok saja Google. Mesin-pencari raksasa itu dikunjungi oleh 1,2 triliun pengakses pada 2012, Facebook/ dipenuhi paling sedikit saru miliar anggota, sementara Twitter digandrungi oleh 200 juta pemakainya. Jumlah itu bisa saja terus meroket seiring bertambahnya “pengicau-pengicau” baru pada jejarang sosial yang terkenal dengan sebutan media kicauan itu. Ini adalah potensi luar biasa bila dikelola untuk keberhasilan dakwah.

Bahkan, Syekh Sulthan al-Umari dalam makalahnya berjudul Istikhdam al-Internet fi ad-Da'wah berhiperbola ria menyikapi peluang internet untuk dakwah tersebut. Seandainya saja, Rasulullah SAW masih hidup maka internet akan dipergunakan sebagai media penting penyebaran dakwah.

Demikian pula, bila para ulama salaf eksis pada masa sekarang, niscaya internet tak akan luput dari program dakwah mereka. Agak berlebihan memang ungkapan Syekh Sulthan, tetapi begitulah faktanya. “Umat harus maksimalkan dakwah di internet,” ungkapnya.

Ada beberapa alasan, lanjut Syekh Sulthan, mengapa internet mesti digarap sebagai lahan dakwah. Di antaranya, jangkauan internet cukup luas melintasi batas negara dan benua, ada sekitar 100 juta domain dotcom di internet yang bebas digunakan, registrasinya pun tidak terlalu ribet, biayanya pun cukup bersahabat, tidak menguras kantong.

Selain itu, demografi pemakai internet mayoritas didominasi oleh kalangan menengah ke atas dengan tingkat intelektualitas yang berkelas, dan tentunya internet mudah dan praktis bisa diakses kapan pun dengan perangkat pintar dari ragam pabrikan. Peluang emas berdakwah di internet itu mesti dibaca secara baik dan optimal oleh Muslim.

Ini tak lain karena berdakwah dengan segala bentuknya, seperti ajakan berbuat baik, kritik atau nasihat konstruktif, dan ungkapan-ungkapan bijak lainnya, adalah misi mulia para nabi lintas zaman yang mesti tetap dilanjutkan oleh generasi masa sekarang. Dakwah merupakan kunci bagi kesinambungan aktivitas keagamaan.

“Katakanlah: Inilah jalan (agama) ku, aku, dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS Yusuf [12]: 108).

Di samping itu pula, berdakwah memiliki muatan pahala yang besar. Sebuah hadis riwayat Bukhari menyebutkan, pahala berdakwah dan  hidayah bagi seseorang itu lebih baik dari apa pun yang berlaku dari sejak matahari terbit sampai terbenam di ufuk barat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES