Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Muslim Inggris Gelar Malam Protes di Depan Kedutaan AS

Senin 08 January 2018 09:14 WIB

Rep: crystal Liesta Purnama/ Red: Muhammad Subarkah

Para Muslimah di London, Inggris.

Para Muslimah di London, Inggris.

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO, LONDON -- Aktivis Muslim Inggrismenyerukan solidaritas dengan warga Palestina melawan keputusan Amerika Serikat(AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Mereka melakukannyadengan menggelar malam protes yang diisi dengan sebuah festival pidato di depankantor kedutaan AS.

Aktivis dari Forum Palestina di Inggris (PFB), masyarakat Pakistan, dan komite masjid Birmingham di Inggris,berkumpul untuk melakukan aksi demonstrasi di luar kedutaan tersebut di London pada Ahad (7/1) waktu setempat. Mereka mengecam kebijakan AS yang bias terhadap pendudukan Israel dan merekamenyatakan solidaritas mereka dengan orang-orang Palestina dan keluarga tahanan Palestina.

Dalam pernyataannya selamademonstrasi tersebut, Ketua PFB Hafiz AlKarmi mengatakan bahwa kehadiran Muslim non-Arab yang menonjol dalam demonstrasitersebut memprotes unversalitas perjuangan Palestina dan pentingnya Yerusalembagi semua Muslim di dunia. Dia menekankan bahwa orang-orang Palestina,terutama orang-orang Arab, Muslim, dan orang-orang bebas di dunia tidak akanmenyerah pada keputusan Donald Trump karena mereka tidak menyerah sebelumDeklarasi Balfour.

Orang-orang Arab dan Islam telahmenegaskan bahwa mereka waspada, dan bahwa mereka tidak terlalu lemah untukmembela hak umat Islam. Yerusalem adalah satu-sattunya wahyu Allah di bumi yangpenting bagi umat Islam dari seluruh dunia, katanya, dilaporkan Middle East Monitor.

Malam protes tersebut diadakandengan menggelar pidato dari para pemimpin dan aktivis komunitas Muslim diInggris. Selain itu juga ada pameran makanan tradisional dan populer, yanghasil penjualannya akan digunakan untuk mendukung orang-orang Palestina di kotasuci tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES