Selasa , 05 December 2017, 15:14 WIB

Salah Tulis Ayat Alquran, Ini Klarifikasi Ustazah Nani H

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto
Screenshot
Kemenag benarkan Ustazah Metro TV salah tulis Alquran
Kemenag benarkan Ustazah Metro TV salah tulis Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penulisan ayat Alquran oleh Ustazah Nani Handayani dalam acara Syiar Kemuliaan yang ditayangkan salah satu televisi nasional menjadi viral di media sosial sejak Selasa (5/12) pagi. Tayangan video itu pun mendapat tanggapan nyinyir dari warganet karena salah menulis Alquran yang berbunyi, Innash sholaata tanhaa' anil-fahsyaa'i wal-munkar. Artinya, "Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar".

Karena itu, Nani Handayani mengklarifikasi kesalahan penulisan ayat Alquran ini dalam sebuah video yang diunggah dalam akun twitternya, @handayani_nani pada Selasa (5/12) sekitar pukul 10.00 pagi.

Berikut klarifikasi Nani Handayani dalam video tersebut:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakutuh...

Astaghfirullahal adzim alladzi lailaha illa hual hayyul qayyum wautubuilaih.

Mohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Mohon maaf kepada guru-guru, ustaz, ustazah dan juga kepada semua umat Islam di muka bumi ini. Apa yang terjadi di acara Metro TV adalah sebuah kesalahan manusiawi yang sama sekali tidak pernah diniatkan untuk melakukan kesalahan yang disengaja. Sama sekali tidak disengaja.

Saya mohon ampun, Rabbana dzalamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khasirin. Mohon ampun kepada Allah mohon maaf kepada semua umat Islam. Semoga hal ini tidak akan terulang lagi dan saya akan terus banyak belajar dan berhati-hati dalam berdakwah

wabillahittaufiq wal hidayah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terkait masalah ini, Kementerian Agama pun membenarkan ada kesalahan fatal dalam penulisan Alquran dalam acara Syiar Kemuliaan yang ditayangkan Metro TV. "Ternyata betul bahwa Ibu Ustazah Nani Handayani menurut informasi dari Metro TV Charles Meikyansyah bahwa benar itu adanya," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Prof Muhammadiyah Amin saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (5/12).